SPONSORED

Colapinto Menangis Usai Balapan Monza: Peluang Besar Terbuang

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Colapinto Menangis Usai Balapan Monza: Peluang Besar Terbuang
TO NEWS OVERVIEW
Colapinto Menangis Usai Balapan Monza: Peluang Besar Terbuang

Franco Colapinto tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah Grand Prix Italia di Monza. Pembalap Alpine itu nyaris meraih hasil luar biasa, tetapi sebuah kesalahan di tikungan Lesmo membuatnya harus puas dengan posisi kesembilan—sebuah hasil yang membuatnya menangis di depan kamera.

Momen emosional itu terekam ketika Colapinto berbicara dengan media berbahasa Spanyol setelah balapan. Air matanya tumpah saat ia mengingat bagaimana balapan yang semula menjanjikan berubah menjadi mimpi buruk. “Saya pikir ini bisa menjadi balapan yang hebat dengan hasil yang luar biasa. Peluang yang sangat penting untuk tim dan saya hilang begitu saja,” ujarnya dengan suara bergetar.

Padahal, akhir pekan Colapinto di Franco Colapinto dimulai dengan baik. Ia mengamankan posisi kedelapan di grid, sementara rekan setimnya, Pierre Gasly, meraih pole position yang bersejarah bagi Alpine. Namun, saat lampu padam, Colapinto justru tampil agresif dan melesat ke posisi keempat setelah start ulang, bahkan sempat menyentuh podium virtual di posisi ketiga.

Red Bull’s ‘Best with ICE’ Campaign Turns Engine Glory into Marketing Gold
Read AlsoRed Bull’s ‘Best with ICE’ Campaign Turns Engine Glory into Marketing Gold

Sayangnya, ambisinya harus terhenti di Lesmo. Ia kehilangan kendali dan keluar lintasan, membuatnya jatuh ke posisi buncit. Semangat juangnya patut diacungi jempol karena ia mampu bangkit dan melewati sejumlah pembalap untuk finis di posisi kesembilan. Namun, rasa penyesalan tetap menghantuinya, terutama karena timnya, yang dipimpin Flavio Briatore, tengah dalam performa impresif—Gasly finis ketujuh dan mengamankan poin ganda bagi tim.

ADVERTISEMENT

Air mata Colapinto pun menjadi viral di media sosial, mengingat popularitasnya yang besar di Argentina dan Amerika Selatan. Insiden ini menambah babak baru dalam karier pembalap muda itu, yang kini harus segera melupakan Monza dan fokus pada balapan berikutnya di Madrid—sebuah sirkuit baru yang akan menjadi ajang pembuktian bagi Colapinto untuk bangkit kembali.

“Saya frustrasi, sangat sedih. Saya punya kesempatan besar dan saya tidak memanfaatkannya. Tapi saya harus belajar dari ini dan terus maju,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU