Carlos Sainz kembali menjadi sorotan, bukan karena aksinya di lintasan, melainkan karena perannya sebagai duta Madring, sirkuit baru di Madrid yang menggelar debut Grand Prix Spanyol akhir pekan lalu. Mantan pembalap Ferrari itu menerima kritik tajam dari berbagai pihak, termasuk juara dunia 2016 Nico Rosberg, yang menyebut bahwa sebagai ambassador, Sainz layak dikritik atas kualitas balapan yang membosankan.
Kritik tersebut muncul setelah balapan di Madring dinilai tidak menarik, mirip dengan debut Baku pada 2016 yang juga dikenal sepi aksi. Namun, ada perbedaan penting: sirkuit Baku setidaknya menawarkan pemandangan spektakuler melalui kota tua, sedangkan Madring yang terletak di area pameran Madrid justru dikritik karena minim karakter. “Apakah saya sekarang di Australia, Valencia, Madrid, atau Jeddah? Sirkuit jalanan ini selalu terlihat sama,” ujar Alexander Wurz, ketua GPDA, dalam komentarnya untuk ORF.

Bagi Carlos Sainz, kritik ini menjadi pukulan telak di tengah musim yang penuh tekanan. Setelah pindah ke Williams pada 2025, ia berharap bisa kembali bersaing di depan. Namun, hingga kini, performa tim masih jauh dari ekspektasi. Poin-poin yang diraihnya musim ini belum cukup untuk mengangkat posisinya di klasemen, dan tekanan semakin meningkat seiring dengan spekulasi masa depannya.

Di balik layar, Sainz disebut-sebut frustrasi dengan lambatnya pengembangan mobil Williams. Meskipun tim telah mendatangkan sejumlah pembaruan teknis, hasilnya belum terlihat signifikan. “Kami tahu ini akan menjadi proyek jangka panjang, tetapi tentu saja saya ingin segera kembali ke depan,” ujar Sainz dalam wawancara terpisah. “Saya masih percaya pada proyek ini, tetapi kami perlu mempercepat segalanya.”
Sirkuit Madring sendiri dirancang untuk memberikan pengalaman balapan yang berbeda, dengan layout jalanan yang menantang. Namun, kritik tentang kurangnya karakter dan aksi di lintasan menjadi pekerjaan rumah besar bagi penyelenggara. Jika tidak segera dibenahi, bukan tidak mungkin Grand Prix Spanyol di Madrid akan kehilangan daya tariknya di mata penggemar.
Di sisi lain, Sainz tetap berusaha fokus pada balapan. Ia menyadari bahwa perannya sebagai duta tidak lepas dari tanggung jawab, tetapi ia juga menegaskan bahwa kritik terhadap sirkuit tidak boleh mengalihkan perhatian dari upaya tim untuk tampil lebih baik. “Saya menerima kritik itu, tetapi saya juga ingin melihat sisi positifnya. Madrid adalah kota yang luar biasa, dan saya yakin kita bisa membuat balapan di sini lebih menarik,” tambahnya.
Dengan Williams yang masih berjuang di papan tengah, masa depan Sainz di F1 pun mulai dipertanyakan. Apakah ia akan bertahan atau mencari peluang lain? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: Sainz tidak akan menyerah begitu saja. Seperti yang ia katakan, “Saya tidur paling buruk semalam, tetapi besok saya akan bangun dan berjuang lagi.”



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!