Menjelang AirTouch 500 di The Bend, paddock Supercars kembali diramaikan isu paritas. Speedcafe memahami bahwa Supercars dan perwakilan General Motors (GM) masih terus berdiskusi untuk mencari solusi menit terakhir terkait performa Camaro yang dinilai kurang kompetitif.
Pemicunya adalah hasil mengecewakan pada Super440 di Ipswich pekan lalu. Tidak ada satu pun pembalap Chevrolet yang tampil di Shootout hari Minggu, memicu gelombang keluhan baru dari para pembalap. GM pun dikabarkan mendesak adanya perubahan aerodinamika untuk Camaro, menyusul hasil yang jauh dari harapan tersebut.
Ini bukan kali pertama Camaro mendapat penyesuaian. Sebelumnya, pada awal musim ini, mobil tersebut sudah menerima tweak keseimbangan aerodinamika jelang Ruapuna, yang kemudian disempurnakan lagi sebelum balapan di Symmons Plains. Supercars sempat mengabaikan beberapa pemicu paritas, namun kini mereka dikabarkan berkomitmen untuk bertindak sebelum batas akhir perubahan menjelang musim enduro.

Kabar ini tentu tidak disambut baik oleh kubu Ford. Jamie Whincup, bos dari tim homologasi Ford Triple Eight, dengan tegas menyebut perubahan tambahan untuk Camaro sebagai hal yang “menghina” (outrageous). “Hasil buruk mereka bukan karena kurangnya paritas. Seratus persen bukan itu masalahnya,” ujarnya kepada Speedcafe.
Whincup mengaku darahnya mendidih melihat Chevrolet sudah diberi dua kali perubahan tahun ini, padahal pengujian terowongan angin senilai jutaan dolar baru saja dilakukan beberapa bulan lalu. Sistem pemicu paritas berbasis hasil yang diperkenalkan tahun ini memang membuat garis antara paritas teknis dan olahraga menjadi kabur. Sistem itu mewajibkan Supercars melakukan investigasi, namun tindakan hanya boleh diambil jika ditemukan perbedaan teknis yang terukur.
Triple Eight sendiri musim ini pindah dari Chevrolet ke Ford, mengambil alih tugas homologasi untuk pabrikan Blue Oval, sementara Team 18 menggantikan posisinya di sisi GM. Supercars bekerja sama dengan mitra Computational Fluid Dynamics, Dynamique, serta perwakilan pabrikan dan tim homologasi untuk setiap perubahan di tengah musim.
Yang menarik, isu aerodinamika kali ini adalah kebalikan dari apa yang terjadi 12 bulan lalu. Saat itu, tim Ford mendapat persetujuan perubahan paritas hanya beberapa hari sebelum The Bend. Perubahan tersebut ditujukan untuk mengurangi drag, namun juga mengubah keseimbangan Mustang. Hasilnya, Mustang langsung mendominasi di The Bend, memenangkan Bathurst 1000 yang basah, dan merebut gelar juara pembalap di Finals Series perdana. Kini, akankah sejarah terulang untuk Camaro? Kita tunggu saja keputusan resmi Supercars dalam waktu dekat.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!