Musim Kejuaraan Ketahanan Dunia FIA WEC 2026 resmi ditutup dengan drama luar biasa di Sirkuit Monza, Italia. Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu sepanjang akhir pekan akibat hujan pada hari Jumat dan Sabtu, perlombaan utama 6 Jam Monza menyajikan pertarungan ketat di kelas Hypercar. Enam pabrikan berbeda berhasil menguasai posisi enam besar, menunjukkan betapa kompetitifnya persaingan ketahanan mobil sport tahun ini.
Cadillac menutup musim dengan kemenangan dominan berkat penampilan gemilang trio pembalap Jack Aitken, Sebastien Bourdais, dan Earl Bamber di atas mobil V-Series R nomor 38 milik Jota. Mereka mendominasi jalannya balapan setelah Aitken berhasil melewati peraih pole position Miguel Molina dari kubu Ferrari serta pembalap Genesis Daniel Juncadella pada jam pertama balapan.
Meskipun Bourdais sempat mendapat tekanan berat dari mobil Alpine A424 nomor 36 yang dikemudikan oleh Victor Martins pada jam kedua, trio Cadillac tersebut tetap tak tersentuh di barisan terdepan untuk mengamankan kemenangan perdana mereka musim ini. Di sisi lain, Toyota yang sudah mengunci gelar juara dunia konstruktor sejak seri Barcelona bulan lalu justru mengalami salah satu balapan tersulit mereka musim ini.

Kedua mobil GR010 Hybrid milik pabrikan asal Jepang tersebut gagal finis di zona poin. Namun, hasil finis di posisi ke-11 sudah lebih dari cukup bagi Brendon Hartley, Sebastien Buemi, dan Ryo Hirakawa untuk mengamankan gelar juara dunia pembalap kategori Hypercar ketiga mereka, menyusul sukses serupa pada musim 2022 dan 2023.
Drama langsung tersaji sejak lampu start padam ketika Daniel Juncadella bersenggolan dengan mobil Ferrari nomor 50 yang dikemudikan Miguel Molina. Insiden tersebut memaksa pembalap Genesis itu keluar lintasan di chicane pertama sebelum bergabung kembali ke posisi terdepan, yang langsung memicu investigasi dari pengawas lomba.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!