Ketegangan di paddock Formula 1 belum mereda. Keputusan FIA yang membatalkan podium Pierre Gasly di GP Monaco memicu amarah besar dari kubu Alpine, terutama sang team principal, Flavio Briatore.
Briatore melontarkan tuduhan serius terhadap anggota pengadilan banding, Filippo Marchino, yang dianggapnya sengaja memihak McLaren. Padahal, McLaren bersama Red Bull lah yang menggugat hasil balapan tersebut.
Dilema Hukum di Tengah Tekanan
Alpine mengisyaratkan akan terus berjuang membalikkan keputusan. Namun secara yuridis, langkah mereka sangat terbatas karena putusan Pengadilan Banding Internasional FIA bersifat final dan mengikat.

Satu-satunya celah adalah mengajukan hak peninjauan kembali jika ada bukti baru yang signifikan. Briatore mengklaim timnya baru mengetahui dugaan hubungan Marchino dengan McLaren setelah sidang selesai.
Proses Seleksi yang Ketat
FIA menegaskan bahwa komposisi juri dipilih melalui proses yang ketat. Dari 36 pakar hukum, setidaknya delapan dipilih untuk setiap kasus, dan daftar nama dikomunikasikan jauh hari agar tidak ada konflik kepentingan.
Untuk membatalkan putusan, Alpine harus menghadirkan bukti konkret yang mendukung tuduhan Briatore. Tanpa itu, upaya mereka akan sia-sia dan tensi antar tim dipastikan semakin memanas.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!