SPONSORED

Bongkar Muat F1 2012: Christian Horner Nyaris Gabung Mercedes Gantikan Toto Wolff

Notifikasi
Farhan Ariadi
Farhan Ariadi
0
Bongkar Muat F1 2012: Christian Horner Nyaris Gabung Mercedes Gantikan Toto Wolff
TO NEWS OVERVIEW
Bongkar Muat F1 2012: Christian Horner Nyaris Gabung Mercedes Gantikan Toto Wolff

Masa depan dunia Formula 1 modern hampir saja mencatat sejarah yang sangat berbeda seandainya Christian Horner memutuskan menerima pinangan raksasa Jerman pada pengujung tahun 2012 silam. Mantan pimpinan skuad Milton Keynes tersebut secara terbuka mengungkapkan bahwa dirinya sempat menjalani negosiasi rahasia dengan mendiang legenda balap asal Austria untuk menakhodai panji-panji pabrikan bermesin hybrid tersebut.

Kisah mengejutkan ini terungkap melalui kutipan memoar otobiografi bertajuk Drive yang dijadwalkan rilis pada Oktober 2026 mendatang. Berdasarkan laporan media internasional, peristiwa krusial itu bermula ketika sang manajer asal Inggris dikejutkan oleh kedatangan tak terduga di halaman rumah pribadinya pada libur Natal 2012, tepat setelah Sebastian Vettel bersama tim sukses mengamankan titel juara dunia ketiga secara beruntun.

Sosok yang bertamu langsung ke kediamannya kala itu tidak lain adalah Niki Lauda, yang memegang peran sebagai presiden non-eksekutif kubu Brackley. Mantan juara dunia tiga musim tersebut datang membawa misi khusus guna membajak sang kepala skuad dengan iming-iming finansial fantastis yang sulit ditolak oleh pengambil keputusan di ranah adu cepat jet darat.

Mohamed Ben Sulayem Confirms Qatar and Abu Dhabi GP 2026 Going Ahead
Read AlsoMohamed Ben Sulayem Confirms Qatar and Abu Dhabi GP 2026 Going Ahead

Dalam petikan buku autobiografinya, Horner mengenang percakapan intens bersama sang legenda di mana tawaran gaji selangit disodorkan secara langsung. Red Bull dipastikan tidak akan mampu menyamai nominal fantastis yang siap dikucurkan oleh manajemen kubu pabrikan pesaing demi merebut figur sentral di balik kesepakatan era keemasan awal tersebut.

ADVERTISEMENT

Kendati dihadapkan pada sodoran kontrak bernilai masif, penawaran menggiurkan itu akhirnya ditolak mentah-mentah atas dasar loyalitas mendalam terhadap mendiang pemilik merek minuman berenergi, Dietrich Mateschitz. Keputusan bulat tersebut berbuah manis tatkala musim kompetisi berikutnya kembali berpihak ke skuad basis Milton Keynes, sebelum akhirnya kursi kepemimpinan rival jatuh ke tangan Toto Wolff.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU