Marco Bezzecchi akhirnya buka suara soal masa sulitnya di MotoGP musim panas ini. Pembalap Aprilia itu mengaku rentetan kecelakaan dan cedera membuatnya terjebak dalam lingkaran overthinking yang sulit dihentikan.
Masalah dimulai di Grand Prix Hungaria, saat ia terseret insiden lap pembuka bersama rekan setimnya, Jorge Martin. Bezzecchi masih kesakitan saat terjatuh di sprint Brno, dan frustasinya memuncak hingga menendang marshal yang berujung larangan tampil di GP Ceko.
Ketika Aprilia kembali kompetitif di Assen, Bezzecchi justru mengalami kecelakaan kecepatan tinggi di balapan utama. Insiden lain di kualifikasi GP Jerman menjadi pukulan telak yang mengirimnya ke rumah sakit.

Dalam wawancara eksklusif, Bezzecchi mengungkapkan beban mental yang ia rasakan. “Itu periode yang sulit. Setelah Mugello, kami memulai akhir pekan di Balaton dengan fantastis. Tapi kemudian semuanya berubah,” ujarnya.
“Kesalahan saya di Brno, kecelakaan besar di Assen, itu mungkin yang paling berat secara fisik. Saya hanya punya satu tulang rusuk retak, tapi seluruh tubuh saya hancur,” tambahnya.
Bezzecchi bersyukur memiliki keluarga, teman, dan kru akademi VR46 yang selalu mendampingi. “Saat Anda mengalami periode seperti ini, banyak hal muncul di pikiran dan sulit untuk berhenti berpikir. Tapi saat kami memakai helm, itu seperti memasang penyumbat telinga. Sangat indah,” katanya.
Meski belum pulih sepenuhnya, Bezzecchi berhasil mengamankan posisi kedua di grid dan dua podium di Silverstone. Hasil itu mengangkatnya ke posisi kedua klasemen, hanya 31 poin di belakang Martin.
“Ini comeback yang sangat bagus. Kami tidak pernah menyerah dan sekarang kami menuai hasilnya. Saya sangat senang untuk Jorge, dia sulit dikalahkan dan menjadi motivasi besar,” pungkasnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!