Monza selalu punya cara untuk menguji mentalitas sebuah tim, dan akhir pekan lalu Aston Martin kembali menelan pil pahit. Harapan besar yang sempat menggelora setelah upgrade di Hungaria dan mesin Honda baru di Zandvoort, pupus sudah di sirkuit kerajaan kecepatan ini. Dua mobil harus rela mengakhiri balapan lebih cepat dari jadwal, mengulang mimpi buruk reliabilitas yang sudah sering menghantui paruh pertama musim.
Lance Stroll menjadi korban pertama. Pembalap asal Kanada itu harus memarkir mobilnya di lap ke-26 karena dugaan masalah hidrolik. Fernando Alonso sendiri mengaku kesulitan sepanjang balapan, dan ia pun tak bisa berkutik melawan laju rival-rivalnya. “Kami tahu kami belum punya tenaga yang cukup saat ini, dan hari ini makin menegaskannya,” ujar Stroll, mencoba tetap tenang. “Di atas kertas, Madrid sepertinya sedikit lebih cocok untuk kami, jadi kami fokus ke sana.”
Tiga lap sebelum Stroll berhenti, Alonso sudah lebih dulu masuk pit dan tak kembali ke lintasan. Pemenang dua kali di Monza ini (2007 dan 2010) menjelaskan penyebabnya: “Balapan saya berakhir lebih cepat karena mobil rusak setelah bersentuhan dengan trotoar. Kami memutuskan berhenti untuk memastikan tidak ada kerusakan lebih parah.” Sebelum insiden itu, Alonso sempat bertarung sengit dengan mobil-mobil Cadillac demi mengais poin, meski dengan senjata yang serba terbatas.

Mundurnya kedua pembalap ini jelas menjadi tamparan telak bagi tim pabrikan Inggris tersebut. Mereka datang ke Italia dengan optimisme setelah performa menjanjikan di Belanda, tetapi kenyataan di lintasan berkata lain. Bukan cuma kecepatan murni yang kurang, daya tahan mobil pun masih menjadi pekerjaan rumah besar yang belum tuntas.
Klasemen konstruktor pun ikut tertekan. Kegagalan finis di Monza membuat posisi Aston Martin di papan tengah makin rawan, sementara rival-rival terdekat mulai menjauh. Padahal, Aston Martin sudah mengucurkan banyak investasi untuk paket aerodinamika baru dan kolaborasi dengan Honda yang disebut-sebut bakal mengubah wajah tim.
“Kami harus move on dan belajar dari akhir pekan ini,” tambah Stroll, mencoba melihat sisi positif. “Kami tahu arah pengembangan sudah benar, tapi butuh waktu untuk mewujudkannya.” Alonso pun memilih menatap ke depan, dengan jeda seminggu menuju Grand Prix Spanyol di sirkuit baru yang belum pernah dipakai semua tim. “Kami akan mencoba lagi di sana. Semoga ceritanya berbeda,” tutupnya.
Kegagalan ganda ini tentu menjadi bahan evaluasi besar bagi Lance Stroll dan seluruh kru di pabrik. Formula 1 tak kenal ampun, dan setiap detail kecil bisa menjadi bencana besar di akhir pekan balapan. Aston Martin masih punya banyak pekerjaan rumah sebelum mereka bisa kembali bersaing di posisi yang mereka impikan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!