SPONSORED

Armstrong Alami Crash di Chile Meski Ambil Pendekatan Hati-hati

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Armstrong Alami Crash di Chile Meski Ambil Pendekatan Hati-hati
TO NEWS OVERVIEW
Armstrong Alami Crash di Chile Meski Ambil Pendekatan Hati-hati

Jon Armstrong mengaku 'tidak tahu harus berbuat apa lagi' setelah mengalami kecelakaan pada etape kedelapan Rally Chile. Pembalap M-Sport itu memasuki akhir pekan dengan satu tujuan: menyelesaikan reli dengan bersih. Namun, harapan tersebut sirna ketika ia kehilangan kendali dan mobilnya terguling.

Strategi hati-hati Armstrong terlihat dari pilihannya membawa dua ban cadangan untuk dua loop hari Jumat, sementara rival-rivalnya di kelas Rally1 memilih lima ban. Pendekatan konservatif itu membuahkan hasil: ia menyelesaikan leg pertama di posisi kedelapan tanpa masalah berarti. Nasib baik sempat menghampirinya ketika rekan setim, Josh McErlean, mengalami puncture pada ban kiri belakang, yang membuat Armstrong naik ke posisi ketujuh.

Sayangnya, pada etape kedua hari Sabtu, petaka datang. Mobil Puma miliknya mengalami understeer, keluar dari jalur, menghantam tanggul, dan terguling ke sisi kanan. Insiden itu membuatnya kehilangan waktu tujuh menit. “Mobil understeer, keluar ke luar, menghantam tanggul dan kami terguling,” ujar Armstrong dengan nada kecewa. “Saya tidak tahu harus berbuat apa lagi karena saya sudah berusaha hati-hati tapi masih bermasalah. Sangat, sangat sulit saat ini. Kami akan mencoba melanjutkan jika bisa.”

Sami Pajari Loses Time in SS8 Rally Chile 2026
Read AlsoSami Pajari Loses Time in SS8 Rally Chile 2026

Kerusakan parah pada bagian depan Puma memaksanya menyelesaikan etape dengan kecepatan rendah. Meski demikian, ia berhasil mencapai finis etape. Insiden ini menjadi pukulan telak bagi Armstrong yang tengah berjuang menunjukkan konsistensi di musim perdananya bersama M-Sport di kelas utama.

ADVERTISEMENT

Pendekatan ekstra hati-hati Armstrong sebenarnya mencerminkan tekanan yang dihadapinya. Sebagai pembalap yang masih membangun reputasi, ia lebih memilih mengumpulkan finish daripada mengejar hasil maksimal. Namun, reli Chile yang dikenal keras dan penuh jebakan terbukti tetap sulit diprediksi, bahkan bagi mereka yang mengadopsi strategi konservatif.

Insiden ini juga menyoroti betapa tipisnya batas antara hati-hati dan kompetitif di Rally1. Sementara rival seperti Kalle Rovanpera dan Ott Tanak mampu memaksimalkan kecepatan tanpa kesalahan besar, Armstrong justru terjebak dalam siklus masalah yang menggerogoti kepercayaan dirinya.

Dengan kerusakan yang cukup parah, tim M-Sport kini harus bekerja keras memperbaiki mobil sebelum etape berikutnya. Jika Armstrong dapat melanjutkan, ia masih berpeluang mengumpulkan poin penting untuk klasemen. Namun, yang lebih krusial adalah bagaimana ia mengatasi tekanan mental dan teknis yang kian menumpuk.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU