Kimi Antonelli kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin klasemen Formula 1 2026. Di sirkuit Madring, Madrid, pembalap Mercedes itu memanfaatkan kesialan Lando Norris untuk merebut kemenangan ketiganya musim ini, dalam balapan yang diwarnai virtual safety car (VSC) kontroversial.
Norris sebenarnya tampil dominan sejak awal. Setelah merebut pole position dengan lap yang nyaris sempurna, pembalap McLaren itu langsung membangun keunggulan di atas ban medium yang rentan graining. Namun, VSC yang keluar pada waktu yang tidak menguntungkan membuatnya kehilangan keunggulan. “Kami benar-benar sial hari ini,” ujar Norris. “Saya satu-satunya di grid yang tidak mendapat kesempatan melakukan pit stop. Itu tidak menguntungkan. Tapi begitulah balapan.”
Sementara itu, Antonelli yang memulai balapan dari posisi kedua, mampu menjaga ritme dan ban dengan matang. Ia sempat mendapat peringatan dari engineer balapnya, Pete Bonnington, untuk tidak terlalu memaksakan diri. “Ban ini tidak anti peluru,” kata Bonnington. Tapi Antonelli tampaknya anti peluru. Dengan Russell yang mulai menyerah dalam perebutan gelar, sulit membayangkan siapa yang bisa menghentikan laju Antonelli musim ini.

Balapan di Madring sendiri menuai kritik karena desain tikungan yang aneh dan minimnya trek lurus panjang, membuat overtaking nyaris mustahil. Meski demikian, tikungan cepat dan berkomitmen tinggi tetap memberikan tontonan menarik di sesi kualifikasi. Norris menunjukkan performa luar biasa di kualifikasi, tetapi keberuntungan belum berpihak padanya di hari Minggu.
Kemenangan ini semakin memperkokoh posisi Antonelli di puncak klasemen, sementara Norris harus puas finis di posisi ketiga di belakang Max Verstappen yang finis kedua. Verstappen sendiri tampil tenang dan memanfaatkan situasi untuk merebut posisi runner-up. Dengan hasil ini, persaingan gelar semakin memanas, meski Antonelli tetap kokoh di depan.
Bagi Mercedes, performa Antonelli yang agresif memang membawa berkah, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Terkadang ia terlalu bersemangat untuk terus mendorong, bahkan ketika tidak perlu. Namun, selama ia bisa mengendalikan diri, gelar juara dunia tampaknya hanya menunggu waktu.
Di sisi lain, Norris dan McLaren harus move on. Balapan di Madrid mungkin tidak berjalan sesuai rencana, tetapi kecepatan yang ditunjukkan Norris menjadi sinyal bahwa ia belum menyerah dalam perburuan gelar. Formula 1 akan kembali bergulir, dan cerita masih panjang.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!