Kampanye McLaren di Autodromo Hermanos Rodriguez harus berakhir dengan catatan antiklimaks yang cukup menyesakkan dada. Setelah tampil begitu dominan sepanjang sesi latihan bebas dan menguasai jalannya Q2, Lando Norris justru harus puas mengamankan posisi start keenam pada sesi penentuan. Situasi jauh lebih mengenaskan dialami oleh rekan setimnya, Oscar Piastri, yang secara mengejutkan sudah tersingkir lebih awal sejak Q2 dan harus terima kenyataan pahit terlempar dari persaingan posisi terdepan.
Menanggapi kemerosotan performa yang dialami oleh skuad papaya secara mendadak tersebut, prinsipal tim Andrea Stella langsung buka suara memberikan analisis teknisnya. Juru taktik asal Italia itu mengakui bahwa potensi kecepatan mobil sebenarnya terlihat sangat menjanjikan sejak awal rangkaian sesi kualifikasi. Namun, karakter aerodinamika yang labil kembali memunculkan persoalan klasik yang telah menghantui sepanjang musim kompetisi ini, di mana tingkat konsistensi sasis sulit dijaga secara stabil hingga detik-detik akhir.
"Mobil kami sebenarnya terasa jauh lebih kompetitif di sini jika dibandingkan dengan akhir pekan sebelumnya di Austin. Sempat ada momen di mana kami meyakini peluang merebut posisi terdepan berada dalam genggaman, sehingga kami mengawali kualifikasi dengan rasa optimisme tinggi," ungkap Andrea Stella kepada awak media.

Lebih lanjut, insinyur berpengalaman tersebut menjelaskan secara mendalam mengenai perilaku sasis yang mendadak berubah karakternya ketika pembalap mulai menekan batas maksimal di atas lintasan. Menurutnya, gejala hilangnya cengkeraman ban secara tiba-tiba di tikungan membuat para pembalap kesulitan membaca batas traksi, sebuah kendala pelik yang semakin diperparah oleh kondisi hembusan angin kencang di Autodromo Hermanos Rodriguez.
"Saya rasa pada fase awal kualifikasi performanya masih sangat kompetitif. Akan tetapi, mobil tiba-tiba memperlihatkan inkonsistensi yang sama seperti yang kami amati sepanjang tahun ini, dan itu sangat merepotkan Oscar di Q2 serta Lando di Q3," tambahnya.
Ketika para pembalap mencoba meningkatkan kecepatan karena merasa aspal masih menyediakan kompon cengkeraman yang memadai, cengkeraman tersebut justru lenyap seketika tanpa peringatan dini. Perilaku aneh dari mobil inilah yang membuat tugas di kokpit menjadi sangat berat, terutama ketika faktor cuaca dan kondisi trek yang menantang ikut mendistraksi konsentrasi balap.
"Namun begitulah kenyataannya, kami wajib bekerja keras untuk memperbaikinya karena ini adalah tanggung jawab penuh yang harus diemban oleh tim," pungkasnya menutup sesi evaluasi teknis.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!