Hujan deras mengguyur sirkuit The Bend sebelum dan selama tahap pembuka AirTouch 500, menciptakan paruh awal yang kacau dengan insiden, Safety Car, dan strategi yang berbeda-beda. Di tengah kekacauan itu, sejumlah co-driver menonjol, dari yang berpengalaman hingga pembalap muda yang mengincar kursi penuh waktu.
Fabian Coulthard (#1 Walkinshaw Toyota), Tim Slade (#26 Grove Ford), dan Jaxon Evans (#2 Walkinshaw Toyota) yang akhirnya naik podium, masing-masing memberikan fondasi bagi pembalap utama mereka. Slade melesat dari garis start dan sempat memimpin hingga 17 detik sebelum spin mengurangi keunggulannya. Ia kemudian melakukan penyelamatan gemilang di lintasan lurus depan yang akan menghiasi highlight selama bertahun-tahun.
Sementara itu, Coulthard tampil mantap bahkan dalam kondisi terburuk dan sempat mewarisi keunggulan setelah kesalahan Slade, sebelum Walkinshaw TWG memutuskan untuk masuk pit dengan mobil #1 pada Safety Car kedua. Keinginan Walkinshaw untuk tidak melakukan double-stack pada Safety Car ketiga membuat Evans tetap di lintasan melebihi lap minimum, menciptakan periode di mana ia bertahan dengan baik melawan pembalap utama.

Richie Stanaway (#7 Blanchard Racing Team) menjadi yang paling lama bertahan di lintasan, menunjukkan mengapa ia dikenal sebagai master hujan Supercars. BRT tampaknya begitu ingin memanfaatkan kemampuan Stanaway di kondisi basah hingga gagal menurunkan pembalap utama James Golding cukup awal untuk memenuhi lap minimumnya.
Pasangan Erebus Motorsport, Jarrod Hughes dan Lochie Dalton, juga bertahan lebih lama dari lap minimum mereka. Hughes memimpin sebagian besar balapan berkat kombinasi kecepatan dan strategi, dan ia sangat lihai dalam kondisi tersebut. Namun, strategi mereka akhirnya gagal ketika harus masuk pit untuk bahan bakar sebelum lintasan benar-benar kering.
Harri Jones tampil sebagai penyerang tangguh di Camaro milik Jack Le Brocq, menyelesaikan double-stint-nya di posisi kedua. Laju cepatnya antara Safety Car kedua dan ketiga termasuk menyalip Stanaway. Pembalap lain yang banyak mencuri perhatian adalah Will Davison (#19 Grove Ford), yang berputar dari posisi pertama ke terakhir akibat kontak dengan Mark Winterbottom di Tikungan 1, namun berhasil kembali ke lima besar.
Rookie Tickford, Reuben Goodall, juga menunjukkan janji dengan mengalahkan rekan setim dan mentornya, Winterbottom, di stint pertama sebelum keluar lintasan saat hujan kembali turun. Performa para co-driver ini menjadi sorotan utama di balapan yang penuh drama. Supercars sekali lagi membuktikan bahwa balapan ketahanan di kondisi ekstrem mampu melahirkan pahlawan tak terduga.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!