SPONSORED

Alpine Pertanyakan Integritas Hakim FIA Usai Kehilangan Podium

Notifikasi
0
Alpine Pertanyakan Integritas Hakim FIA Usai Kehilangan Podium
TO NEWS OVERVIEW
Isack Hadjar has been bumped back up to the podium

Flavio Briatore, Kepala Tim de facto Alpine, melontarkan kritik tajam terhadap seorang hakim FIA yang menurutnya tidak independen setelah timnya kehilangan podium Grand Prix Monako 2026. Keputusan Pengadilan Banding Internasional FIA (ICA) yang membatalkan hasil tersebut memicu kemarahan Briatore, yang menuduh adanya konflik kepentingan di panel hakim.

Pierre Gasly finis ketiga di Monako, tetapi kemudian dihukum karena melanggar batas kecepatan di pit lane. Hukuman itu membuatnya turun posisi, namun Alpine berhasil mengajukan banding dan posisi podiumnya sempat dikembalikan. Namun, McLaren dan Red Bull, yang juga terkena dampak, mengajukan banding ke ICA dan memenangkan kasus tersebut, sehingga Gasly kembali kehilangan podiumnya.

Keputusan ini jelas membuat Alpine kecewa. Dalam pernyataan resminya, tim yang berbasis di Enstone itu mengungkapkan rasa frustrasi karena merasa dihukum secara tidak adil. Briatore kemudian mengungkapkan kecurigaannya terhadap salah satu hakim, Filippo Marchino, yang menurutnya memiliki hubungan dekat dengan McLaren.

Leclerc Confident at Monza: Weaknesses Clear, Ready to Improve
Read AlsoLeclerc Confident at Monza: Weaknesses Clear, Ready to Improve

"Saya pikir ini sangat tidak adil, pertama-tama, tapi kami menerima keputusan itu," ujar Briatore. "Yang sangat aneh adalah hakim keempat di panel, salah satu hakim bertindak seperti jaksa. Masalahnya, dia sangat terhubung dengan perusahaan McLaren. Kami punya foto dia di acara McLaren pada 2018 di Beverly Hills."

ADVERTISEMENT

Briatore menambahkan bahwa hakim tersebut juga memiliki yayasan bernama One Drop Foundation yang pernah disokong McLaren dengan memberikan mobil. Menurutnya, ini jelas sebuah konflik kepentingan yang seharusnya membuat hakim itu mengundurkan diri dari panel yang menangani banding yang melibatkan tim saingan.

Kasus ini menyoroti pentingnya independensi peradilan olahraga. Jika tuduhan Briatore terbukti, hal ini bisa menjadi preseden buruk bagi kredibilitas FIA. Namun, hingga saat ini belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa keputusan ICA dipengaruhi oleh hubungan pribadi sang hakim.

Alpine kini mempertimbangkan langkah hukum selanjutnya. Briatore mengisyaratkan bahwa timnya akan meninjau semua opsi, termasuk kemungkinan menuntut secara perdata. "Kami akan melihat apa yang kami lakukan selanjutnya," tegasnya. Situasi ini tentu menjadi sorotan utama di paddock dan bisa berdampak pada hubungan antar tim.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU