Keputusan untuk membatalkan putaran final World Rally Championship (WRC) 2026 di Arab Saudi bukanlah hal yang mudah. CEO WRC Promoter, Eric Boullier, mengungkapkan bahwa tidak ada waktu yang cukup untuk mencari pengganti, terutama setelah opsi Rally Spanyol di Salou muncul terlambat.
Arab Saudi seharusnya menjadi tuan rumah penutup musim pada 12-15 November mendatang. Namun, ketidakpastian situasi di kawasan Timur Tengah memaksa semua pemangku kepentingan, termasuk FIA, untuk mengubah rencana demi keselamatan semua pihak. Meski demikian, ajang tersebut tetap akan digelar sebagai bagian dari FIA Middle East Rally Championship.
Boullier menjelaskan bahwa opsi menggantikan putaran final dengan Rally Spanyol berbasis gravel di Salou sempat dipertimbangkan. Namun, ia menegaskan bahwa waktu yang tersisa terlalu mepet untuk memenuhi standar dan protokol WRC. "Ini sangat terlambat. Masalahnya adalah ini WRC, dan kami memiliki proses serta protokol yang harus dipatuhi. Semakin lama, semakin tidak mungkin untuk memenuhi kondisi yang tepat untuk WRC, termasuk aspek keselamatan," ujarnya kepada DirtFish.

Keputusan ini tentu mempengaruhi peta persaingan juara. Dengan hilangnya satu putaran, poin maksimal yang bisa diraih pembalap berkurang. Boullier mengakui hal ini, "Saya tahu orang-orang mengatakan tidak ada pengganti, dan apakah ini akan mengubah kejuaraan? Ya dan tidak. Tapi ini yang terjadi, sama untuk semua orang. Kami harus mengambil keputusan."
Sementara itu, sikap tim-tim pabrikan terbelah. Toyota dan Hyundai dengan tegas menyatakan bahwa personel mereka tidak bisa melakukan perjalanan ke Arab Saudi. Namun, M-Sport Ford memiliki pandangan berbeda. Prinsipal tim, Richard Millener, mengatakan bahwa pihaknya sebenarnya siap untuk hadir. "Saya rasa itu keputusan yang sangat sulit dan ada banyak lapisan di dalamnya. Saya menyatakan minggu lalu bahwa kami oke untuk hadir dan saya masih pada pendirian itu," kata Millener.
Millener juga menyoroti bahwa situs Foreign Office Inggris masih menyatakan situasi aman pada saat itu. Namun, kebijakan setiap perusahaan dan FIA berbeda, dan pada akhirnya keputusan harus diambil karena logistik pengiriman barang sangat kritis. "Kami menghormati keputusan itu dan menerimanya," tambahnya.
Meski kehilangan satu putaran, Boullier menegaskan bahwa fokus kini beralih ke musim depan. "Kami masih memiliki satu putaran lagi dan kemudian mari fokus pada tahun depan dan membawa kembali semua rally yang telah kami tanda tangani," pungkasnya.
Dengan demikian, WRC 2026 harus mengucapkan selamat tinggal pada putaran Arab Saudi, setidaknya untuk tahun ini. Namun, harapan untuk kembali ke wilayah tersebut tetap terbuka lebar di masa mendatang.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!