Joshua Duerksen mempersembahkan mahakarya strategi balap untuk menyapu bersih kemenangan akhir pekan Formula 2 di GP Italia. Pebalap Invicta Racing itu menaklukkan duel sengit melawan rekan setimnya, Rafael Camara, dalam balapan Feature yang penuh ketegangan.
Start dari posisi kedua di belakang Camara yang mengunci posisi terdepan, pebalap Paraguay ini harus melewati pertarungan multi-mobil, dinamika perintah tim, dan dua kali restart Safety Car. Tekanan di lap akhir berhasil ditahannya hingga garis finis.
Drama Start dan Perintah Tim yang Mengubah Arah Balapan
Duerksen langsung mengambil alih pimpinan balapan saat Camara melebar di Tikungan 1. Namun, Camara membalas dengan manuver berani di lap keempat, memaksa tim untuk mengatur ulang strategi lewat radio.

Invicta memerintahkan Duerksen untuk bekerja sama dengan rekan setimnya. Ia pun kembali memimpin, menciptakan formasi satu-dua yang rapi di depan. Namun, insiden lock-up dan pit stop yang dipanggil cepat menjadi titik balik krusial yang menentukan hasil akhir.
Klasemen Kejuaraan Memanas Usai Insiden Camara
Perebutan gelar juara berubah dramatis ketika Camara mengalami spin dan mati mesin di awal balapan, memicu Safety Car pertama. Insiden ini membuka peluang bagi Nikola Tsolov yang tampil agresif untuk merebut posisi kelima dan memperkecil jarak poin di klasemen.
Kemenangan ini melengkapi sapu bersih Duerksen di sirkuit Monza setelah sebelumnya memenangkan Sprint Race dengan manuver berani melewati John Bennett. Konsistensi dan ketenangannya di bawah tekanan menjadi bukti kematangan pebalap Paraguay tersebut di panggung internasional.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!