Joshua Duerksen tampil sebagai bintang di sprint race Formula 2 di Monza. Start dari posisi ketujuh, pembalap asal Paraguay itu sukses finis terdepan dan mencatatkan kemenangan ketiganya musim ini.
Pole posisi versi grid terbalik menjadi milik John Bennett dari Trident. Begitu lampu padam, Bennett langsung memimpin memasuki tikungan pertama. Namun di belakangnya, Oliver Goethe (MP Motorsport) kehilangan posisi kedua setelah disalip Tasanapol Inthraphuvusak dari ART Grand Prix di chicane pertama.
Duerksen dari Invicta Racing tak butuh waktu lama untuk naik ke posisi keempat. Ia melewati Martinius Stenshorne dari Rodin menjelang Lesmo pertama. Sementara itu, Bennett terus menjauh, dan Duerksen bersama Stenshorne mulai menekan Goethe hingga pembalap Jerman itu turun ke urutan kelima.

Laju Duerksen tak terbendung. Ia mengejar Inthraphuvusak untuk merebut posisi kedua. Meski sempat dipaksa keluar lintasan di tikungan pertama, pada lap berikutnya Duerksen berhasil melewati pembalap Thailand itu. Momen krusial terjadi di tengah persaingan juara: Rafael Camara (Campos) bersentuhan dengan Nico Varrone dan berputar hingga mesinnya mati, menjadi pembalap pertama yang tersingkir.
Safety car keluar untuk mengevakuasi mobil Camara. Pada restart lap ketujuh, Bennett sempat menahan Duerksen, tapi dua lap kemudian Duerksen menyalipnya di pit straight dengan bantuan DRS. Setelah memimpin, Duerksen mengontrol jalannya balapan meski sempat ada safety car kedua untuk mengevakuasi mobil Roman Bilinski yang keluar di Ascari.
Duerksen finis terdepan dengan nyaman, disusul Bennett di posisi kedua. Tempat ketiga menjadi milik Goethe setelah duel sengit dengan Stenshorne. Kemenangan ini memperkuat posisi Duerksen di klasemen dan menunjukkan konsistensinya dalam memperebutkan gelar musim ini.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!