SPONSORED

Di Giannantonio: Saya Harus Sempurna, Marc Marquez Luar Biasa

Notifikasi
Arya Okta
Arya Okta
0
Di Giannantonio: Saya Harus Sempurna, Marc Marquez Luar Biasa
TO NEWS OVERVIEW
“I need to nail it” - Di Giannantonio © Gold and Goose

Fabio di Giannantonio mengakui bahwa ia belum mencapai performa sempurna di MotoGP 2026, meski telah menjadi satu-satunya pembalap di enam besar yang selalu meraih poin di 13 putaran pertama. Pembalap VR46 itu menyatakan kekagumannya pada Marc Marquez, yang dianggapnya luar biasa dalam memaksimalkan setiap peluang.

Musim ini, di Giannantonio telah mengoleksi delapan podium, termasuk kemenangan di Catalunya. Namun, statusnya sebagai pembalap Ducati terdepan direbut oleh Marquez di Jerman. Kini, ia berada di posisi keempat klasemen, tertinggal 48 poin dari pemuncak, dan mulai kehilangan kontak dengan perebutan gelar.

“Saya masih merasa belum lengkap, mungkin saya tidak akan pernah merasa lengkap. Tapi saya masih harus meningkatkan diri,” ujarnya di Misano pada Kamis. “Jika Anda melihat akhir pekan saya, saya konsisten, tapi saya belum pernah menjalani kualifikasi sempurna, Sprint sempurna, dan balapan sempurna tanpa kesalahan. Jadi saya harus melakukannya dengan tepat. Marc sangat mampu melakukan ini. Dia luar biasa dalam hal ini. Ketika dia harus melakukannya, dia melakukannya. Itu luar biasa. Itu hal yang harus saya pelajari, dan saya harus meningkatkannya.”

Marc Marquez Ungkap Kondisi Lengan Kanan, Fokus Kejar Gelar
Baca JugaMarc Marquez Ungkap Kondisi Lengan Kanan, Fokus Kejar Gelar

Marquez telah memaksimalkan akhir pekannya yang kuat dengan tiga kemenangan ganda Sprint dan Grand Prix sejauh musim ini. Pembalap lain yang berhasil menyapu bersih kedua balapan di satu event adalah pemimpin klasemen Jorge Martin di Le Mans. Sementara itu, di Giannantonio menyadari bahwa kadang-kadang bijak untuk tidak memaksakan diri demi poin.

ADVERTISEMENT

“Terkadang tidak mudah, tapi kadang Anda harus pintar. Dengan 44 balapan, Anda harus pintar jika ingin berada di atas,” jelasnya. “Anda bisa mencoba menjadi superhero, tapi terkadang itu terlalu berisiko. Terutama ketika Anda sudah melewati paruh musim, di mana setiap poin benar-benar berharga, Anda tidak bisa mengambil risiko terlalu banyak. Tidak apa-apa mengambil risiko untuk kemenangan atau podium, tapi tidak untuk posisi ketujuh atau keenam.”

Selain di Giannantonio, hanya Raul Fernandez (ketujuh) dan Luca Marini (kesebelas) yang selalu mencetak poin di 13 putaran sejauh ini. Konsistensi di Giannantonio memang patut diacungi jempol, tetapi ia sadar bahwa untuk bersaing merebut gelar, ia perlu meningkatkan performa puncaknya.

Dengan 48 poin tertinggal dan masih banyak balapan tersisa, peluang di Giannantonio untuk tetap dalam perburuan gelar masih terbuka. Namun, ia harus segera menemukan cara untuk tampil sempurna seperti yang sering dilakukan Marquez. Jika tidak, ia mungkin akan semakin tertinggal dari rival-rivalnya.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU