Manajer Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, tidak segan melayangkan pujian setinggi langit kepada Marc Marquez setelah pembalap andalan mereka itu sukses menguasai jalannya balapan utama Grand Prix Malaysia di Sirkuit Sepang. Penampilan dominan yang diperlihatkan sang juara dunia delapan kali tersebut membuatnya dinilai sebagai salah satu sosok paling krusial dalam sejarah balap motor Grand Prix.
Memulai balapan dari posisi kedua di grid, pembalap asal Spanyol tersebut langsung melakukan start kilat untuk merebut pimpinan lomba dari adiknya sendiri, Alex Marquez, saat pengereman menuju Tikungan 1. Meskipun sempat mendapat perlawanan sengit pada awal lap, ia mampu menjaga jarak dan memperlebar keunggulan hingga lebih dari empat detik di garis finis, mengamankan kemenangan Grand Prix ketujuhnya musim ini.
Menanggapi performa impresif tersebut, Tardozzi mengungkapkan kekagumannya melalui siaran resmi MotoGP. Ia menyatakan bahwa pembalapnya tampil sangat cerdas sejak awal balapan, mampu menjaga kompon ban belakang dengan sempurna, serta memberikan motivasi besar bagi seluruh kru di garasi pabrikan Borgo Panigale.

"Menurut saya, Marc tampil luar biasa di balapan tadi; ia sudah cerdas sejak lap pertama. Selain cepat, ia juga sangat piawai mengelola ban belakangnya. Memang kita lihat Marco Bezzecchi sempat mengalami kendala di pengujung balapan. Tapi, saya rasa kita sepakat bahwa dia adalah salah satu pembalap terhebat sepanjang masa." ujar Tardozzi kepada awak media paddock.
Lebih lanjut, Tardozzi menyoroti bagaimana kedekatan antara pembalap bernomor 93 tersebut dengan para insinyur dan mekanik mampu mengangkat performa motor Desmosedici GP26 ke level maksimal. Kepercayaan penuh yang diberikan sang pembalap kepada tim terbukti menjadi kunci utama dalam mendominasi paruh akhir musim kompetisi.
"Kami sangat paham pola pikir Marc, kami tahu betul bagaimana keyakinannya dan cara dia memotivasi kami di tim untuk percaya padanya. Dialah yang memeloporinya, dan Gigi [Dall'Igna] beserta para insinyur turut melakukan hal yang sama. Dan saya rasa itulah kunci utamanya, yakni seberapa erat ikatan antara seorang pembalap dan krunya." tambahnya.
Kemenangan mutlak di Sepang ini membuat pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut mengantongi keunggulan 44 poin di puncak klasemen sementara kejuaraan dunia. Dengan sisa tiga seri pemungkas musim ini, peluang emas kini terbuka lebar untuk mengunci gelar juara dunia kedelapannya akhir pekan depan di Sirkuit Lusail, Qatar, jika ia mampu memperlebar selisih poin menjadi 74 angka. Baca analisis mendalam di sini.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!