Insiden tikungan pertama pada balapan MotoGP di Sirkuit Mandalika menyisakan perdebatan sengit di paddock, terutama setelah Davide Brivio meralat pernyataan awalnya secara terbuka. Pimpinan tim Trackhouse Racing tersebut sebelumnya sempat melontarkan kritik pedas kepada pembalap lain dalam wawancara kilat sesaat setelah insiden nahas yang melibatkan Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez terjadi di lintasan.
Namun, setelah melihat tayangan ulang secara lebih tenang, Brivio secara kesatria menyampaikan permintaan maaf kepada Marc Marquez serta Jorge Martin. Ia mengakui bahwa emosi sesaat usai insiden membuatnya salah menilai situasi dan menuding manuver pembalap lain terlalu agresif tanpa melihat akar permasalahan yang sebenarnya di tikungan pembuka.
Menurut analisis lanjutan dari Brivio, fokus utama Bezzecchi saat itu justru terlalu terpecah untuk menghalangi laju Fernandez di sisi luar. Keputusan taktis tersebut dinilai justru membuka celah lebar di bagian dalam, sehingga memicu efek domino yang berujung pada kecelakaan massal dan merugikan kedua pembalap yang sebenarnya memiliki kecepatan luar biasa sepanjang akhir pekan tersebut.

Dalam wawancaranya dengan media penyiaran, Brivio menjelaskan secara rinci kekeliruan strategi yang diambil di awal lomba. "Saya harus meminta maaf karena saya diwawancarai setelah dua hingga tiga menit insiden itu terjadi dan saya mengatakan bahwa Marquez serta Martin masuk terlalu agresif. Tapi saya salah, saya terlalu terbawa emosi," ujarnya.
"Saya pikir Marco lebih berkonsentrasi untuk tidak membiarkan Raul lewat dan membuka pintu bagi semua pembalap lain, sisanya adalah konsekuensi. Menurut saya Raul dan Marco memiliki kecepatan yang lebih unggul dari yang lain, mereka seharusnya pergi bersama ke tikungan pertama dalam urutan apapun, lalu melaju dan bertarung satu sama lain. Sayang sekali, kami telah merusak balapan keduanya," imbuhnya.
Lebih lanjut, Brivio menyoroti pemilihan jalur balap yang diambil oleh pembalap asal Italia tersebut saat memasuki tikungan pertama. Ia menegaskan bahwa dalam situasi start balapan, prioritas utama seorang pembalap seharusnya mengamankan sisi dalam demi menghindari kerumunan alih-alih menutup ruang secara terbuka di area luar.
"Anda harus bertanya kepada Marco apa niatnya. Kami berpikir bahwa dengan menutup tikungan pertama, Anda berada dalam posisi bertahan melawan pembalap lain dan kemudian mengatur balapan. Melebarkan jalur seperti itu hanya dilakukan ketika tidak ada orang di sekitar, mungkin saat sesi kualifikasi. Di tikungan pertama dalam balapan, Anda harus masuk ke sisi dalam sesegera mungkin, saya yakin itu," tegas Brivio.
Akibat insiden tersebut, Trackhouse Racing harus menerima kenyataan pahit karena Fernandez mengalami cedera patah tulang kecil namun menyakitkan pada jari telunjuk tangan kanannya. Meski demikian, sang pembalap Spanyol telah dinyatakan fit oleh tim medis dan direncanakan turun pada sesi pemanasan untuk menguji kondisi fisiknya sebelum memutuskan tampil di balapan utama.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!