Dani Pedrosa Nilai KTM Wajib Maksimalkan Karakter Kuat Pedro Acosta

Pedro Acosta © Michelin
Pedro Acosta © Michelin

Dani Pedrosa menilai KTM harus mampu memaksimalkan karakter dan kekuatan mental Pedro Acosta menjelang musim MotoGP 2026, yang akan menjadi tahun ketiga sang pembalap muda di kelas premier bersama pabrikan Austria tersebut.

 

Acosta merupakan salah satu talenta paling menonjol dalam beberapa tahun terakhir, dengan seluruh perjalanan karier grand prix-nya berada di bawah naungan KTM. Ia memulai debut di Moto3 pada 2021 dan langsung merebut gelar juara dunia pada musim pertamanya, sebelum melanjutkan dominasi dengan meraih gelar Moto2 2023 bersama tim Red Bull KTM Ajo.

Langkah ke MotoGP dilakukan Acosta pada 2024 bersama tim Tech3 berlabel GASGAS. Setelah menunjukkan potensi besar di musim debutnya, Acosta kini memasuki musim ketiga MotoGP sebagai pembalap tim pabrikan KTM, meski masih mengejar kemenangan perdananya di kelas utama.

 

Musim 2025 menjadi periode yang tidak sepenuhnya ideal bagi KTM. Setelah awal yang menjanjikan, pabrikan Austria tersebut gagal mengambil langkah pengembangan yang cukup besar untuk menyediakan paket motor yang konsisten kompetitif bagi Acosta dalam perebutan kemenangan balapan.

Berbicara kepada Gazzetta dello Sport, Pedrosa yang kini berperan sebagai pembalap penguji KTM menekankan bahwa kualitas utama Acosta harus dimanfaatkan secara maksimal oleh tim.

“Pedro sangat kuat secara mental, memiliki tujuan yang jelas, dan masih sangat muda, dengan determinasi besar pada tahap kariernya saat ini,” kata Pedrosa.
“Di KTM, kami harus mampu memaksimalkan semua hal tersebut.”

Pedrosa juga mengakui bahwa dinamika internal tim turut memengaruhi performa sepanjang 2025, namun ia melihat tanda-tanda positif menuju musim mendatang.

“2025 adalah musim yang cukup rumit bagi kami, juga karena situasi finansial tim,” ujarnya.
“Tetapi sekarang kondisinya mulai membaik.”

“Kami berharap bisa melangkah maju pada 2026 dan memanfaatkan kecepatan serta energi Pedro untuk secara konsisten bertarung di podium dan meraih beberapa kemenangan.”

Di klasemen konstruktor musim lalu, KTM harus rela tersalip oleh Aprilia Racing, yang mencatat empat kemenangan grand prix dan muncul sebagai ancaman yang lebih serius bagi dominasi Ducati. Meski demikian, Pedrosa menilai posisi teknis KTM saat ini tetap lebih kuat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Namun ia menekankan bahwa mencapai level yang lebih tinggi justru membawa tantangan baru dalam proses pengembangan.

“Kami jelas telah mencapai level yang lebih tinggi, dan itu membuat pengembangan menjadi lebih rumit,” jelas Pedrosa.
“Kami harus bekerja jauh lebih efisien.”

Menurut Pedrosa, dua area krusial yang harus menjadi fokus KTM pada 2026 adalah manajemen ban dan performa kualifikasi.

“Aprilia dan Ducati saat ini sangat kompetitif,” katanya.
“Karena itu kami harus fokus meningkatkan manajemen ban dan performa kualifikasi, terutama.”

Ia menegaskan bahwa posisi start kini menjadi faktor penentu di MotoGP modern.

“Memulai balapan dari baris pertama atau kedua telah menjadi sangat krusial di MotoGP saat ini,” tambah Pedrosa.

Di luar aspek teknis, masa depan Acosta juga menjadi topik hangat menjelang perubahan besar regulasi 2027. Kontrak dan arah kariernya diperkirakan akan menjadi salah satu isu utama di bursa pembalap, di tengah laporan yang mengaitkannya dengan kepindahan ke Ducati.

 

Namun untuk saat ini, fokus utama KTM tetap pada bagaimana mengoptimalkan potensi Acosta pada 2026, sebelum memasuki era baru MotoGP dengan regulasi mesin 850cc.

Musim mendatang akan menjadi ujian penting, baik bagi KTM sebagai pabrikan maupun bagi Acosta sebagai calon pemimpin proyek jangka panjang mereka di kelas premier.

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG