SPONSORED

Christian Horner Soroti Hilangnya Identitas Pemberontak Red Bull Racing 2026

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Christian Horner Soroti Hilangnya Identitas Pemberontak Red Bull Racing 2026
TO NEWS OVERVIEW
Christian Horner Soroti Hilangnya Identitas Pemberontak Red Bull Racing 2026

Mantan kepala tim Christian Horner melontarkan kritik tajam terhadap arah kebijakan Red Bull Racing saat ini, yang menurutnya telah kehilangan DNA anti-kemapanan dan sifat pemberontak yang dulu mendefinisikan kesuksesan mereka di Formula 1. Selama dua dekade, skuad asal Milton Keynes tersebut dikenal sebagai kekuatan independen yang berani mendobrak tradisi pabrikan mapan, termasuk langkah ambisius membangun unit daya sendiri pada 2021 lalu di bawah naungan mendiang Dietrich Mateschitz.

Namun, dalam wawancara terbarunya dengan The Guardian, Horner menyayangkan pergeseran nilai yang terjadi setelah kepemimpinan bergeser ke tangan CEO korporat Oliver Mintzlaff dan penerusnya di pitwall. Ia menilai bahwa karakter nonkonformis yang mengantar tim meraih 14 gelar juara dunia kini telah terkikis oleh struktur birokrasi korporat yang kian terpusat dan kurang fleksibel dibandingkan era sebelumnya.

Red Bull dulunya dikenal sebagai tim maverick yang selalu menolak tunduk pada aturan konvensional paddock. Dilansir dari Motorsport.com, Horner menegaskan bahwa hanya perusahaan minuman berenergi yang cukup berani mengambil risiko gila mendirikan pabrik mesin sendiri, sebuah bukti nyata dari moto sebagai pengacau status quo yang kini dirasa mulai memudar dari garasi tim.

Regulasi F1 2030: FIA Pastikan Kembalinya Mesin V8 Lebih Cepat
Baca JugaRegulasi F1 2030: FIA Pastikan Kembalinya Mesin V8 Lebih Cepat

"Red Bull telah menjadi tim maverick. Ini mendorong batas-batas," ujar Horner. "Hanya Red Bull yang akan melakukan sesuatu yang cukup gila untuk membangun mesin baru sebagai anak perusahaan dari produsen minuman bersoda. Mantranya adalah menjadi nonkonformis, menjadi pendobrak. Ini sedikit berbeda sekarang."

ADVERTISEMENT

Ketika disinggung mengenai dinamika kekuasaan internal saat ini antara Laurent Mekies dan bintang utama Max Verstappen, Horner memilih tidak berkomentar banyak namun tetap menegaskan pengaruh besar Oliver Mintzlaff dalam struktur komando yang baru. Perubahan ini menunjukkan transisi besar dari gaya manajemen otonom penuh menuju operasional perusahaan yang jauh lebih steril dan sentralistis.

Red Bull Racing F1 2026
Red Bull Racing mengalami transformasi struktural di bawah kepemimpinan baru.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU