Seri balap China GT akhirnya angkat bicara setelah insiden mengerikan yang melibatkan pembalap Inggris, Ollie Millroy, di Sirkuit Internasional Shanghai. Kecelakaan beruntun yang terjadi 20 menit setelah balapan dimulai pada Sabtu lalu membuat mobil Ferrari yang dikemudikannya terbakar hebat. Millroy mengalami beberapa cedera dan harus ditarik keluar dari puing-puing yang terbakar oleh pembalap lawan, Loek Hartog, yang dengan sigap menggunakan alat pemadam api sebelum menyeretnya ke tempat aman. Rekaman video memperlihatkan tidak ada marshal yang membantu proses penyelamatan tersebut.
Menanggapi kecaman publik yang meluas, China GT mengeluarkan pernyataan resmi yang mengungkapkan penyesalan mendalam atas insiden ini. Mereka juga menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada Hartog atas tindakan heroiknya, seraya menjanjikan "tinjauan menyeluruh" terhadap kejadian tersebut. Dalam pernyataannya, panitia mengakui bahwa meskipun pengaturan acara secara keseluruhan telah memenuhi standar kompetisi tingkat nasional, masih ada ruang untuk perbaikan dalam manajemen detail, terutama terkait respons darurat.
"Kami meminta maaf yang sebesar-besarnya atas insiden ini serta guncangan dan dampak yang ditimbulkannya bagi semua pihak. Kami juga menyampaikan simpati yang tulus kepada pembalap Oliver Millroy dan pembalap lain yang terlibat, dan berharap mereka segera pulih," demikian bunyi pernyataan resmi China GT. Mereka juga berjanji akan melakukan investigasi menyeluruh dan mengembangkan rencana yang lebih komprehensif untuk mengatasi kekurangan dalam organisasi, langkah keselamatan, respons darurat, operasi penyelamatan, dan perawatan medis selama kompetisi.

Di sisi lain, tim AAI Motorsport yang diperkuat Millroy telah memastikan diri untuk tidak akan ambil bagian lagi dalam ajang China GT ke depannya. Kini, tim TBC by 610 Racing yang pembalapnya, Neil Verhagen, dianggap sebagai penyebab insiden tersebut—meskipun tim membantahnya—juga menyatakan tidak akan kembali ke seri ini. Manajer tim, Yang Baijie, menyebut insiden ini sebagai "tragedi bagi dunia motorsport" dan mengkritik keras respons marshal serta stewards pasca-kecelakaan.
Dalam unggahan media sosial yang panjang, Yang Baijie menulis bahwa marshal panik dan menjatuhkan alat pemadam api mereka saat mencoba membantu. Ia juga menyoroti lambatnya respons ambulans yang membutuhkan waktu 15 menit untuk tiba di lokasi, sementara pembalap dalam kondisi tidak sadarkan diri. Kritik ini mempertegas kekhawatiran akan standar keselamatan di ajang balap nasional Tiongkok, yang kini menjadi sorotan utama menyusul insiden yang hampir merenggut nyawa tersebut.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!