SPONSORED

Leclerc: Media yang Paksakan Narasi Perang Saudara Ferrari

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Leclerc: Media yang Paksakan Narasi Perang Saudara Ferrari
TO NEWS OVERVIEW
Lewis Hamilton and Charles Leclerc clashed at Turn 1

Charles Leclerc merasa heran dengan narasi yang berkembang di media tentang persaingan internal di kubu Ferrari. Menurutnya, banyak pihak yang seolah memaksakan cerita bahwa dirinya dan rekan setim, Lewis Hamilton, saling bermusuhan. Padahal, di matanya, situasinya tidak selama yang digambarkan.

Kekesalan Leclerc muncul setelah insiden kontak dengan Hamilton di lap pertama GP Italia di Monza. Saat itu, Hamilton mencoba menyalip agresif dari dalam di tikungan pertama, tetapi justru terdorong keluar trek dan masuk gravel oleh Leclerc. Kejadian ini membuat Hamilton turun ke posisi 10, sementara Leclerc sendiri harus rela tersingkir usai mengalami kecelakaan di tikungan kedua saat mencoba mempertahankan posisi keempat.

Leclerc menilai media terlalu berlebihan dalam menyoroti rivalitas internal Ferrari, terutama setelah keputusan strategi tim yang dipertanyakan di GP Belanda. "Sejujurnya, di Zandvoort, sudah terlalu banyak pembicaraan," ujarnya kepada Crash.net. Menurutnya, media selalu mencari-cari konflik yang sebenarnya tidak ada.

Wolff Sebut Insiden Monza Bisa Bikin Mercedes Tampak Bodoh
Baca JugaWolff Sebut Insiden Monza Bisa Bikin Mercedes Tampak Bodoh

Meski begitu, Leclerc mengakui bahwa pertarungannya dengan Hamilton di lap awal GP Italia memang melampaui batas. "Di sini, kami memang terlalu jauh. Saya mencoba mengambil tikungan seketat mungkin di Tikungan 2, tapi itu tidak cukup—dan melakukannya di sini bukanlah hal yang baik," katanya mengakui kesalahannya.

ADVERTISEMENT

Hamilton Membalas dengan Tegas

Hamilton, yang finis keenam pada hari yang mengecewakan bagi Ferrari, tidak sependapat dengan Leclerc. Ia menegaskan bahwa dirinya sudah unggul saat memasuki Tikungan 2, sehingga tidak ada yang namanya "kami" dalam insiden tersebut. "Saya di depan di Tikungan 2. Di apex, saya sudah di depan. Jadi tidak ada 'kami' dalam hal ini," tegas Hamilton.

Lebih lanjut, Hamilton membela diri dengan menyatakan bahwa ia tidak pernah balap secara kotor. "Saya selalu balap dengan bersih dan adil, selalu memberi ruang. Saya datang ke tim ini untuk menghormati ruang dan tidak membahayakan tim. Saya berdiri di belakang itu," katanya. Ia juga menyarankan agar pihak lain berbicara langsung dengan prinsipal tim, Fred Vasseur, jika ingin mengetahui sisi cerita yang lain.

Insiden ini menjadi pukulan telak bagi Ferrari yang berharap bisa tampil kompetitif di kandang sendiri. Alih-alih meraih podium, mereka justru harus kehilangan satu mobilnya di lap kedua dan hanya mampu finis di posisi keenam. Hasil ini juga memperpanjang catatan buruk Ferrari di Monza, yang terakhir kali menang di sini pada 2019.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU