Carlos Sainz mendapatkan pujian luar biasa dalam proses kebangkitan Williams Racing, setelah legenda tim tersebut Jacques Villeneuve menilai bahwa pembalap asal Spanyol itu “pada dasarnya telah mengubah tim” menyusul musim Formula 1 terbaik Williams dalam hampir satu dekade.
Williams menutup musim 2025 dengan raihan 137 poin melalui kontribusi Sainz dan Alex Albon, hanya terpaut satu poin dari capaian yang diraih Valtteri Bottas dan Felipe Massa pada musim 2016. Pada kedua musim tersebut, Williams finis di posisi kelima klasemen konstruktor, sebuah pencapaian yang menandai puncak terakhir performa kompetitif mereka sebelum memasuki periode kemunduran panjang.
Setelah 2017, ketika Williams kembali finis kelima namun hanya mengoleksi 83 poin, performa tim Grove mengalami penurunan signifikan. Fasilitas yang menua, infrastruktur yang tertinggal, serta arah teknis yang tidak stabil membuat Williams terpuruk selama beberapa musim. Situasi itu mulai berubah di bawah kepemimpinan James Vowles, yang memimpin proses modernisasi menyeluruh dan membawa tim kembali ke jalur pemulihan.
Rekrutmen Sainz menjadi salah satu elemen penting dalam transformasi tersebut. Meski awal musim berjalan sulit, pembalap berusia 31 tahun itu perlahan menemukan momentum. Ia menutup musim dengan dua finis podium dan mencatatkan performa kuat di fase akhir kejuaraan.
Dalam delapan seri terakhir musim 2025, Sainz mengungguli Albon dengan selisih 48 poin berbanding 3, meski pada akhirnya ia tetap finis sembilan poin di belakang rekan setimnya di klasemen akhir. Statistik tersebut mencerminkan peningkatan konsistensi dan dampak teknis Sainz terhadap performa mobil Williams.
Sainz dikenal sebagai pembalap dengan lintasan karier yang beragam. Ia membela Toro Rosso, Renault, McLaren, hingga Ferrari sebelum bergabung dengan Williams. Di setiap tim, ia membangun reputasi sebagai pembalap yang mampu meningkatkan standar operasional dan teknis organisasi tempat ia berada.
Kini, reputasi tersebut ditegaskan langsung oleh Villeneuve, pembalap terakhir yang mengantarkan Williams meraih gelar juara dunia pembalap pada 1997.
“Saya terkejut dengan tim-tim kecil seperti Williams dan Sauber, tapi Williams khususnya,” ujar Villeneuve kepada PokerScout saat diminta menyebut sosok yang menurutnya menjadi pahlawan tersembunyi musim Formula 1.
“Carlos Sainz pada dasarnya telah mengubah tim. Williams melangkah maju dan mendapatkan hasil yang jauh lebih tinggi dari ekspektasi mereka, karena mobilnya benar-benar berkembang.”
Villeneuve, yang kini menjabat sebagai duta Williams, juga menempatkan Sauber—yang akan bertransformasi menjadi Audi—dalam kategori serupa, sebelum kembali menyoroti peran Sainz secara spesifik.
“Hal serupa bisa dikatakan untuk Sauber dengan Nico Hülkenberg dan Gabriel Bortoleto. Mereka juga cukup mengejutkan,” lanjutnya.
Namun, menurut Villeneuve, dampak Sainz sebenarnya sudah dapat diprediksi sejak awal.
“Saya memang mengharapkan itu dari Sainz. Itulah alasan dia direkrut,” kata juara dunia F1 1997 tersebut.
Villeneuve menutup penilaiannya dengan menekankan pentingnya keputusan strategis Williams dalam memilih pembalap.
“Tim ini membuat keputusan balap yang tepat dalam hal pembalap. Ini adalah olahraga balap. Dan itulah yang sedang mereka lakukan sekarang.”
Pujian tersebut menegaskan bahwa kebangkitan Williams bukan sekadar hasil dari kemajuan teknis, tetapi juga dari arah kepemimpinan dan pilihan personel yang tepat. Dengan fondasi yang semakin kuat dan peran Sainz yang dinilai krusial, Williams kini dipandang kembali sebagai kekuatan yang relevan dalam lanskap Formula 1 modern.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!