F1, Sportrik Media - Carlos Sainz menyatakan Williams telah berhasil menutup ketertinggalan jarak tempuh akibat absen pada shakedown Barcelona, namun mengakui FW48 masih memiliki “cukup banyak” keterbatasan menjelang musim F1 2026. Pebalap asal Spanyol itu menilai fokus awal tim adalah memulihkan mileage sebelum beralih pada pencarian performa murni.
Williams sebelumnya terpaksa melewatkan uji coba privat di Barcelona pada akhir Januari akibat keterlambatan pengembangan FW48. Situasi tersebut menempatkan tim Grove dalam posisi kurang ideal dibanding rival yang telah lebih dulu mengumpulkan data awal. Kini, setelah memasuki pekan kedua tes pramusim di Bahrain, Sainz menilai target utama untuk menambah jarak tempuh telah tercapai dengan reliabilitas mobil yang stabil sejak awal sesi.
“Dari sisi pengujian, yang kami butuhkan beberapa hari terakhir adalah menutup waktu yang hilang di Barcelona dengan menambah banyak mileage pada mobil, dan saya pikir kami berhasil melakukannya dengan baik. Mobil berjalan andal sejak awal,” ujar Sainz dalam konferensi pers di Bahrain.

Ia menambahkan bahwa konsistensi tersebut memungkinkan tim mengidentifikasi batasan mobil secara lebih jelas, termasuk area yang masih memerlukan peningkatan signifikan.
“Itu memungkinkan kami menemukan batasannya dan area yang harus kami tingkatkan, yang sayangnya masih cukup banyak. Minggu lalu fokus utama adalah mileage, dan minggu ini kami mulai mencoba menemukan sedikit waktu putaran dan performa, serta menempatkan mobil di jendela set-up yang lebih baik.”
Ketika diminta menjelaskan maksud “jendela set-up yang lebih baik”, Sainz menekankan bahwa ketertinggalan jadwal akibat absen di Barcelona berdampak langsung pada pemahaman awal terhadap konfigurasi dasar mobil.
“Artinya kami mungkin tidak bisa menemukan hal-hal awal di Barcelona tentang bagaimana menempatkan mobil, jadi kami sedikit tertinggal dalam hal pemahaman set-up. Minggu lalu kondisinya sangat sulit, angin sangat kencang setiap hari. Minggu ini angin lebih tenang dan kondisi jauh lebih normal.”
Menurutnya, kondisi lintasan yang lebih stabil membantu seluruh grid mendapatkan mobil yang lebih prediktif dan lebih mudah dikendalikan. Williams sendiri melakukan beberapa penyesuaian set-up untuk menyesuaikan karakter FW48 dengan tuntutan regulasi baru, dan arah pengembangan dinilai mulai menunjukkan progres positif.
Secara strategis, pernyataan Sainz menegaskan bahwa Williams masih berada dalam fase eksplorasi performa dibandingkan optimalisasi penuh. Dengan regulasi 2026 yang membawa perubahan besar pada aerodinamika dan sistem energi, memahami jendela set-up yang tepat menjadi faktor fundamental dalam membangun konsistensi balapan.
Memasuki hari-hari terakhir pengujian di Bahrain, prioritas Williams kini bergeser dari sekadar reliabilitas menuju ekstraksi potensi waktu putaran. Seberapa cepat tim Grove mampu mempersempit daftar keterbatasan FW48 akan menjadi indikator penting daya saing mereka saat musim resmi dimulai.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!