Nicolo Bulega kembali menunjukkan dominasinya di WorldSBK dengan kemenangan di Magny-Cours, namun yang paling menarik perhatian adalah kekagumannya pada Marc Marquez. Pembalap Ducati itu menyebut hanya Marquez yang mampu tampil impresif meski kondisi fisiknya tidak prima.
Bulega mengungkapkan kekagumannya pada kegigihan Marquez yang tetap kompetitif di MotoGP meski mengalami cedera lengan. Menurutnya, kemampuan Marquez mengatasi keterbatasan fisik adalah sesuatu yang luar biasa dan hanya dimiliki oleh pembalap sekelasnya.
Dominasi di Magny-Cours dan Strategi Ban
Kemenangan Bulega di Magny-Cours tidak lepas dari strategi manajemen ban yang matang. Ia mengaku banyak belajar dari rekan setimnya, Alvaro Bautista, dan rivalnya, Toprak Razgatlioglu, tentang cara menjaga ban belakang tetap optimal.

Bulega menjelaskan bahwa kunci suksesnya adalah disiplin dalam membuka gas, terutama di paruh kedua balapan. Meski sempat kehilangan posisi dari Iker Lecuona di awal, ia mampu kembali memimpin berkat konsistensi dan kecepatan balap yang stabil.
“Saya selalu mencoba bersih dalam membuka gas dan menjaga ban belakang. Ini mungkin membuat saya kehilangan beberapa persepuluh detik, tapi itu adalah investasi untuk akhir balapan,” ujarnya.
Rekor dan Ambisi Bersejarah
Kemenangan tersebut menambah koleksi Bulega menjadi 44 kemenangan di WorldSBK, melampaui legenda Noriyuki Haga dalam daftar kemenangan terbanyak. Ia juga mencatatkan 18 pole position, sebuah pencapaian yang membuatnya bangga.
“Ini baru tahun ketiga saya di Superbike dan melihat nama saya berdampingan dengan para legenda adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan,” kata Bulega. Dengan performa ini, ia semakin mantap di puncak klasemen dan siap menghadapi seri berikutnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!