Bortoleto: Verstappen Pembalap Terbaik 2025 Meski Belum Juara?

Bortoleto: Verstappen Pembalap Terbaik 2025 Meski Belum Juara?
© XPBimages

Formula 1, Sportrik Media - Gabriel Bortoleto, pembalap rookie Stake F1 Team, menobatkan Max Verstappen sebagai pembalap terbaik musim 2025 Formula 1, terlepas dari hasil perebutan gelar di Grand Prix Abu Dhabi. Pernyataan ini muncul menjelang akhir pekan penentu juara tiga arah, di mana Verstappen tertinggal 12 poin dari Lando Norris. Selain itu, kebangkitan Red Bull Racing sejak GP Italia menambah lapisan analisis mendalam atas performa juara bertahan.

 

Bortoleto, yang finis keenam di FP1 Abu Dhabi dengan waktu 1:24.742, menyoroti minimnya kesalahan Verstappen di tengah mobil yang menantang. "Kejuaraan dunia tentang pembalap terbaik di dunia, dan musim ini, Max membuat lebih sedikit kesalahan dan membuktikan dia adalah yang terbaik," ujarnya kepada media termasuk RacingNews365. Namun, analisis lebih dalam mengungkap bahwa meski McLaren mendominasi dengan mobil tercepat, Verstappen meraih lima kemenangan dari delapan balapan terakhir, termasuk Qatar, yang memaksa decider ini. Ini membandingkan dengan strategi McLaren yang gagal di Lusail, di mana kesalahan pit stop membuat Norris finis keempat.

 

Pernyataan Bortoleto ini mencerminkan pandangan luas di paddock, di mana comeback Verstappen disebut sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah. Sebagai pembalap Sauber, ia menambahkan, "Apa yang terjadi akhir pekan lalu di Qatar tidak ada yang menduganya, jadi sulit diprediksi." Dampaknya terhadap klasemen: Verstappen butuh podium minimal untuk peluang, dengan skenario kemenangan memaksa Norris finis keempat atau lebih rendah. Sementara itu, Oscar Piastri dari McLaren tertinggal 16 poin, menambah kompleksitas duel internal tim.

 

ADVERTISEMENT

Analisis performa menunjukkan Verstappen memaksimalkan 92% poin timnya, kontras dengan Tsunoda yang minim kontribusi, hingga digantikan musim depan. Prinsipal Red Bull, Christian Horner, kemungkinan memanfaatkan momentum ini di Yas Marina, sirkuit di mana Verstappen menang empat kali berturut-turut sejak 2020. Bortoleto juga menekankan netralitasnya: "Kami balap untuk diri sendiri, tapi jika dapat blue flag, kami tak ingin terlibat."

 

Secara keseluruhan, verdict Bortoleto menggarisbawahi narasi 2025: talenta muda menghargai ketangguhan veteran. Prospek Abu Dhabi: Duel taktis di malam hari bisa memutuskan, dengan sejarah 32 decider terakhir penuh drama. Jika Verstappen juara, ini jadi pencapaian terhebatnya; jika kalah, reputasinya tetap tak tergoyahkan.

 

Dengan demikian, pandangan Bortoleto memperkaya diskusi akhir musim. Ikuti sportrik.com untuk analisis lebih lanjut.

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU