Marco Bezzecchi tahu betul bahwa balapan di depan publik sendiri bisa menjadi berkah sekaligus beban. Menjelang seri kandang di Misano, pembalap Aprilia itu mengaku antusias, tetapi juga sadar tekanan yang menanti.
“Saya sangat senang pergi ke Misano. Akan sangat indah akhirnya bisa bertemu kembali dengan para penggemar kami, meskipun pasti ini akan menjadi akhir pekan yang sangat menuntut. Saya tidak sabar untuk turun ke lintasan dengan RS-GP26,” ujar Bezzecchi, yang musim ini bersaing ketat di papan atas.
Musim lalu, pada periode yang sama, Bezzecchi dan Aprilia sedang dalam tahap uji coba untuk menantang Marc Marquez dan Ducati pada 2026. Perjalanan dari akhir 2025 hingga perkembangan musim ini akhirnya membawa Bezzecchi dan Marquez ke level yang setara, dengan selisih hanya lima poin menguntungkan pembalap Repsol Honda itu.

Yang menarik, justru Jorge Martin yang memimpin klasemen, pembalap yang terkenal jago merebut gelar saat akan pindah tim. Dengan 24 poin yang harus dikejar Bezzecchi dari Martin, dua seri ke depan—Misano dan Red Bull Ring—akan menjadi penentu besar.
Setelah beberapa balapan di mana Marquez dan para pembalap Aprilia silih berganti ‘menerima’ kehilangan poin di sirkuit yang kurang cocok, Misano adalah momen di mana alasan itu tak lagi berlaku. Siapa pun yang menang di sini akan mengirim pesan kuat ke rival-rivalnya.
Bezzecchi paham bahwa faktor kandang bisa menjadi pisau bermata dua. Misano adalah sirkuit yang paling terasa ‘rumah’ baginya, dengan segala konsekuensi positifnya—dan juga negatifnya dalam bentuk tekanan. “Saya tidak sabar, tapi pasti akan menjadi akhir pekan yang berat,” katanya, menggambarkan ambivalensi yang ia rasakan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!