Francesco Bagnaia tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah hanya menempati posisi ke-18 pada sesi Practice MotoGP Austria di Red Bull Ring, Jumat. Juara dunia dua kali itu mengakui bahwa performa buruk tersebut adalah cerminan potensi aslinya saat ini.
Bagnaia datang ke Austria setelah menjalani salah satu akhir pekan terburuk musim ini di Misano, di mana ia gagal lolos dari baris kelima. Meskipun memiliki rekor tiga kemenangan di Red Bull Ring, pembalap Ducati itu kesulitan menemukan ritme sejak awal sesi. Ia tertinggal hampir satu detik dari Pedro Acosta yang mencatat waktu tercepat.
Masalah utama yang dihadapi Bagnaia adalah kurangnya cengkeraman ban belakang. Keluhan ini bukan hal baru baginya sepanjang musim 2026. “Grip belakang mempengaruhi pengereman masuk tikungan dan akselerasi, jadi hampir semuanya,” ujarnya. “Tapi itulah yang paling kami fokuskan dan coba perbaiki.”

Ketika ditanya apakah ia merasa lebih baik di Austria dibanding Misano, Bagnaia menjawab dengan tegas, “Tidak juga. Perasaannya sama, masalahnya sama. Jadi seperti yang saya bilang, potensi kami saat ini ya seperti ini. Kami harus terus bekerja dan mencoba meningkatkan sedikit demi sedikit.”
Beberapa pembalap Ducati lain menyoroti kesulitan menggunakan ban belakang spesifikasi Michelin yang membuang panas lebih baik. Konstruksinya lebih keras dari ban standar, sehingga lebih mudah selip, terutama di permukaan Red Bull Ring yang memiliki cengkeraman rendah. Marco Bezzecchi dari Aprilia juga menyebut kurangnya traksi di tengah ban membuat akselerasi dan pengereman lebih sulit.
Namun, Bagnaia merasa tidak ada perbedaan signifikan antara ban normal dan ban khusus tersebut. “Saya tidak merasakan perbedaan antara ban normal dan ban ini, baik soft maupun medium. Bagi saya kurang lebih sama,” jelasnya. “Saya tidak tahu apa yang dirasakan pembalap di depan. Tapi yang pasti, potensi asli saya saat ini adalah seperti ini dan kami hanya perlu terus bekerja.”

Dengan hasil ini, Bagnaia berada dalam posisi sulit untuk sesi kualifikasi dan balapan. Ia harus segera menemukan solusi jika ingin menjaga peluang di kejuaraan. Tantangan berat menanti, tetapi Bagnaia tetap menunjukkan sikap profesional dan tekad untuk bangkit.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!