Teka-teki besar menyelimuti paddock kelas premier ketika Aprilia melalui sang manajer tim, Paolo Bonora, mengakui bahwa tidak ada seorang pun yang benar-benar tahu apakah opsi ban belakang keras akan sepenuhnya menuntaskan masalah blistering di Motegi.
Kekhawatiran ini muncul menyusul insiden lepuh parah akibat suhu tinggi yang memaksa Michelin menarik ban kompon lunak pasca-Sprint Race hari Sabtu lalu. Masalah tersebut menghantam sejumlah nama besar, termasuk Jorge Martin serta sang juara bertahan dari kubu Ducati.
Sebagai respons darurat, durasi sesi pemanasan terpaksa diperpanjang agar para pembalap bisa mencicipi kompon ban keras yang direkomendasikan Michelin untuk balapan utama. Kendati demikian, catatan jarak tempuh terpanjang yang bisa dikumpulkan pembalap mana pun hanya menyentuh 12 putaran saja.

Paolo Bonora mengingatkan bahwa fenomena kerusakan termal pada ban sering kali baru muncul menjelang paruh kedua lomba dan bisa memburuk secara eksponensial dalam waktu singkat. Faktor keselamatan pun dipastikan bakal menjadi pertimbangan utama tim dalam mengambil keputusan krusial jelang lampu start dipadamkan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!