Formula 1, Sportrik Media - Mantan arsitek mesin Mercedes era turbo-hybrid, Andy Cowell, memberikan tanggapan terkait laporan pengembangan solusi rasio kompresi tinggi pada mesin Formula 1 generasi 2026, isu yang memicu diskusi intens di antara pabrikan dan FIA.
Selama musim dingin, muncul laporan bahwa Mercedes High Performance Powertrains telah merancang pendekatan teknis yang memungkinkan rasio kompresi lebih tinggi pada mesin 2026. Cowell sebelumnya memimpin HPP saat era turbo-hybrid diperkenalkan pada 2014, menjadikannya figur sentral dalam konteks diskusi ini.
Regulasi 2026 menetapkan batas rasio kompresi maksimum 16:1. Namun, pengukuran tersebut dilakukan saat mobil berada pada temperatur ambien di pit lane. Hingga kini, belum tersedia teknologi yang mampu mengukur rasio kompresi secara langsung ketika mobil berada di lintasan, membuka ruang interpretasi teknis yang menjadi perbincangan di paddock.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa HPP dan berpotensi Red Bull Powertrains mampu menjalankan rasio kompresi efektif hingga 18:1. Jika benar, keuntungan performa yang diklaim dapat mencapai sekitar 0,3 detik per lap, meski angka tersebut belum diverifikasi secara resmi oleh FIA atau pabrikan terkait.
Dalam konteks balapan, keuntungan tersebut diperkirakan signifikan. Di Albert Park, Australia, selisih 0,3 detik per lap akan setara dengan sekitar 17,4 detik sepanjang balapan 58 lap. Isu ini mendorong digelarnya pertemuan teknis krusial antara pabrikan mesin dan FIA pada 22 Januari.
Beberapa pemangku kepentingan telah menyuarakan sikapnya. Chief technical officer Audi Mattia Binotto mendorong diskusi untuk mengembangkan teknologi pengukuran rasio kompresi saat mobil berada di lintasan. Sementara itu, prinsipal Cadillac Graeme Lowdon menegaskan bahwa tim barunya, yang akan menggunakan power unit Ferrari, berkomitmen menjalankan mesin yang “sepenuhnya legal”.
Cowell menanggapi isu tersebut saat menghadiri peluncuran power unit baru Honda yang akan bermitra dengan Aston Martin mulai era regulasi 2026. Ia menempatkan perdebatan ini dalam konteks yang lebih luas tentang interpretasi regulasi.
“Topik rasio kompresi ini selalu muncul setiap kali regulasi baru diberlakukan,” jelas Cowell.
“Setiap kompetitor membaca regulasi dan mendorong performa hingga batasnya. Rasio kompresi jelas merupakan elemen kunci dalam efisiensi termal mesin pembakaran internal, jadi wajar jika semua pihak berusaha memaksimalkannya.”
Cowell menekankan bahwa peran FIA adalah memastikan kesetaraan interpretasi, bukan membatasi inovasi yang masih berada dalam kerangka aturan.
“Saya yakin setiap pabrikan power unit melakukan hal yang sama. Tugas FIA adalah memastikan semua pihak menafsirkan regulasi secara adil dan setara.”
Isu rasio kompresi ini menyoroti tantangan utama era 2026, ketika kompleksitas regulasi membuka ruang inovasi sekaligus potensi perbedaan interpretasi. Bagaimana FIA menyeimbangkan kebebasan teknis dan keadilan kompetitif akan menjadi faktor kunci dalam membentuk peta persaingan Formula 1 pada musim-musim awal regulasi baru.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!