Drama tersaji di lintasan Sepang ketika dua pembalap Aprilia terlibat insiden senggolan menjelang-menjelang akhir balapan utama. Ai Ogura secara terbuka mengakui kesalahannya dan menyatakan niatnya untuk meminta maaf secara langsung kepada Marco Bezzecchi setelah manuver agresif mereka memicu kontak fisik di Tikungan 1.
Sebelumnya pada sesi Sprint, pembalap asal Jepang tersebut memilih untuk tidak memberikan perlawanan ketat kepada rekan pabrikannya demi posisi ketiga. Namun, situasi berubah drastis pada balapan utama Grand Prix Malaysia ketika perebutan posisi semakin memanas di barisan tengah hingga papan atas.
Berbicara kepada awak media usai balapan, Ogura menjelaskan kronologi insiden yang hampir merugikan kedua belah pihak tersebut. Ia merasa memiliki kecepatan yang cukup untuk bersaing, tetapi salah memperhitungkan ruang saat melakukan percobaan salip di fase krusial lomba.

"Begitu kami masuk ke Tikungan 1, saya rasa dia tahu saya berniat menyusulnya. Dia memang mengerem sedikit lebih awal dan agak melebar. Saya pikir celahnya terbuka, tapi sama sekali tidak menyangka dia akan langsung memotong ke arah apex dan mengira dia bakal tetap di jalur luarnya. Itu murni miskomunikasi. Senggolan itu sepenuhnya kesalahan saya, dan saya akan menemuinya langsung untuk meminta maaf kepada Marco." ujar Ogura.
Sementara itu, tanggapan santai justru ditunjukkan oleh Bezzecchi menanggapi insiden senggolan tersebut. Pembalap asal Italia ini mengakui bahwa sang rekan setiba memang tampil lebih cepat pada fase akhir lomba dan pada akhirnya tetap akan mampu melewatinya tanpa harus berisiko bersenggolan.
"Ai memang lebih cepat dari saya pada saat itu, dan saya rasa dia tetap akan bisa menyusul saya beberapa tikungan setelahnya, seperti yang akhirnya ia lakukan. Kontak itu sebenarnya tidak perlu terjadi karena kami berdua sama-sama nyaris terjatuh, tetapi untungnya semuanya baik-baik saja pada akhirnya," ungkap Bezzecchi.
Lebih lanjut, pembalap bernomor 72 tersebut menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak menyimpan rasa marah atau dendam atas insiden di Sepang. Ia memandang benturan semacam itu sebagai bagian dari risiko kerasnya persaingan di lintasan balap kelas premier.
"Olahraga kita adalah jenis olahraga di mana hal-hal seperti ini terkadang bisa terjadi, jadi sama sekali tidak ada rasa sakit hati. Saya bahkan tidak butuh permintaan maaf apa pun darinya. Jika dia tetap ingin melakukannya, tentu akan saya terima karena saya punya hubungan yang sangat baik dengannya dan saya sangat menyukainya. Namun, seperti yang saya katakan, tidak ada hal besar yang perlu disesali secara berlebihan," tutupnya.




Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!