SPONSORED

Afrika Selatan Dorong Kembali F1 ke Kyalami

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Afrika Selatan Dorong Kembali F1 ke Kyalami TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

FIA dan Formula 1 kembali membuka peluang ekspansi ke Afrika setelah Afrika Selatan meningkatkan upaya untuk menghidupkan kembali Grand Prix di Kyalami Circuit. Pemerintah setempat, melalui Presiden Cyril Ramaphosa, dijadwalkan menghadiri salah satu seri musim ini sebagai bagian dari langkah strategis memperkuat tawaran resmi.

Kyalami terakhir kali menjadi tuan rumah Formula 1 pada 1993, menjadikannya absen selama lebih dari tiga dekade dari kalender kejuaraan dunia. Menteri olahraga Gayton McKenzie menegaskan bahwa kunjungan presiden bukan sekadar simbolis, melainkan bagian dari pendekatan sistematis untuk memenuhi persyaratan komersial, logistik, infrastruktur, dan keselamatan yang ditetapkan FIA.

Secara teknis, Kyalami menjadi pusat proyek ini setelah mendapatkan persetujuan peningkatan ke standar Grade 1 FIA. Pengembangan tersebut dipimpin oleh Apex Circuit Design, yang berfokus pada peningkatan keselamatan dan fasilitas tanpa mengubah konfigurasi dasar lintasan sepanjang 4,52 km. Proyek ini memiliki jangka waktu tiga tahun untuk memenuhi seluruh kriteria homologasi.

Mercedes Akui Blunder Start Antonelli di Miami
Baca JugaMercedes Akui Blunder Start Antonelli di Miami

Di sisi lain, Afrika Selatan menghadapi persaingan dari negara lain di benua yang sama. Rwanda telah meluncurkan proposal sirkuit permanen di Kigali, sementara Maroko dilaporkan mengembangkan fasilitas baru di wilayah Tangier. Hal ini menunjukkan meningkatnya minat Afrika sebagai pasar strategis bagi Formula 1 dalam jangka panjang.

ADVERTISEMENT

CEO Stefano Domenicali sebelumnya mengonfirmasi bahwa Formula 1 tengah berdiskusi dengan beberapa kandidat di Afrika, namun menekankan bahwa ekspansi harus berkelanjutan secara jangka panjang. Dengan kalender yang sudah padat hingga 2028, setiap penambahan seri baru harus mempertimbangkan stabilitas komersial dan rotasi event.

Dukungan juga datang dari pembalap Lewis Hamilton, yang secara konsisten mendorong kembalinya balapan ke Afrika. Ia menilai penting bagi generasi baru penggemar motorsport di benua tersebut untuk memiliki akses langsung ke ajang Formula 1, sesuatu yang belum terjadi selama lebih dari 30 tahun.

Dengan kombinasi dukungan politik, pengembangan infrastruktur, dan dorongan dari internal paddock, peluang Afrika Selatan untuk kembali ke kalender F1 semakin terbuka. Namun, realisasi proyek ini tetap bergantung pada pemenuhan standar FIA dan dinamika kompetisi global untuk slot balapan di masa depan.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU