Moto Rally, Sportrik Media - Etape 11 Reli Dakar 2026 rute Bisha–Al Henakiyah menghadirkan dinamika kompleks di dua kategori utama. Di kelas motor RallyGP, Skyler Howes akhirnya memecahkan penantian panjang dengan kemenangan etape perdananya di Dakar, sementara di kategori mobil Ultimate, Mattias Ekstrom memanfaatkan karakter lintasan yang lebih cepat untuk meraih kemenangan krusial. Di balik hasil etape, permainan strategi dan tekanan klasemen justru menjadi cerita utama menjelang dua hari terakhir reli.
Di kategori motor, kemenangan Howes menjadi momen bersejarah secara personal dan nasional. Pembalap Monster Energy Honda HRC tersebut meraih kemenangan spesial pertamanya pada partisipasi kedelapan di Dakar, sekaligus menjadikannya pembalap Amerika Serikat kesembilan yang pernah memenangkan etape motor. Karakter lintasan menuju Al Henakiyah—lebih cepat dan lebih terbuka—sangat selaras dengan latar belakang Howes di reli Amerika Utara seperti Vegas to Reno dan Sonora Rally. Meski kemenangan ini tidak mengubah peluang klasemen akhirnya (hasil terbaik Howes tetap posisi ketiga pada 2023), ia diproyeksikan finis tepat di luar podium Dakar 2026.
Strategi Honda menjadi sorotan tajam di Etape 11. Tim secara sadar mengorbankan posisi puncak klasemen Ricky Brabec demi keuntungan strategis pada etape berikutnya. Adrien Van Beveren, yang membuka lintasan, menunggu Brabec setelah pengisian bahan bakar untuk berbagi bonus pembuka lintasan. Di fase akhir etape, Brabec bahkan memilih mengendurkan tempo agar memperoleh posisi start yang lebih menguntungkan, tepat di belakang rival utamanya Luciano Benavides pada etape penentuan. Pendekatan ini menciptakan ketegangan tinggi, sekaligus menegaskan filosofi Honda yang mengedepankan kalkulasi jangka panjang ketimbang sekadar memimpin sementara.
Bagi KTM, Benavides kini memegang “piala beracun”. Pembalap Argentina tersebut memimpin klasemen RallyGP dengan selisih hanya 23 detik, namun harus membuka etape berikutnya dengan Brabec memulai enam menit di belakangnya—sebuah skenario tekanan maksimal. Kondisi Daniel Sanders yang masih dalam pemulihan cedera bahu membuatnya tak mampu memberi dukungan strategis, sehingga peran tersebut berpotensi diambil Edgar Canet yang finis ketiga di Etape 11 dan akan start tiga menit di depan Benavides.
Di kategori mobil Ultimate, Etape 11 berpihak pada pemburu kemenangan etape ketimbang kandidat klasemen. Lintasan yang lebih cepat dan kurang berpasir membuat starter belakangan memiliki keuntungan. Mattias Ekstrom memaksimalkan kondisi tersebut untuk meraih kemenangan etape kedelapannya di Dakar—yang ketiga pada edisi 2026—mengungguli Romain Dumas dengan margin 1 menit 22 detik. Meski gagal menang, Dumas mencatat hasil terbaiknya sepanjang sembilan partisipasi Dakar.
Sementara itu, Nasser Al Attiyah tampil disiplin dengan pendekatan kontrol balapan. Memulai hari dengan keunggulan 12 menit atas Henk Lategan, pemimpin Dacia Sandrider tersebut fokus menjaga ritme. Keberuntungan berpihak padanya ketika Lategan mengalami kerusakan bearing roda belakang kiri sekitar kilometer 140, memupus harapan podium pembalap Toyota itu di Dakar 2026.
Masalah Lategan mengangkat Nani Roma ke posisi kedua klasemen. Ford Raptor milik Roma kini tertinggal 8 menit 40 detik dari Al Attiyah—jarak yang sulit ditutup tanpa faktor eksternal. Namun Roma juga harus berhitung cermat, karena keunggulannya atas Sebastien Loeb sekitar sepuluh menit masih membuka peluang manuver agresif. Loeb, yang mengincar finis kedua keempatnya di Dakar, berpotensi memaksimalkan dua hari terakhir untuk menghadirkan skenario satu-dua bagi Dacia.
Dengan dua etape tersisa, Etape 11 menegaskan bahwa Dakar 2026 bukan hanya tentang kecepatan, melainkan seni mengelola posisi start, tekanan psikologis, dan keandalan teknis. Di motor, margin detik memisahkan pemimpin dan penantang; di mobil, satu kegagalan mekanis mengubah peta podium. Segalanya kini mengarah ke klimaks, di mana satu keputusan bisa menentukan segalanya.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!