Etape 10 Reli Dakar 2026 kembali mengguncang peta persaingan kategori mobil Ultimate. Dalam lanjutan etape marathon dua bagian di sekitar Bisha, Mathieu Serradori tampil dominan untuk meraih kemenangan etape, sementara Nasser Al-Attiyah memanfaatkan kekacauan rival untuk merebut kembali pimpinan klasemen umum dan muncul sebagai favorit kuat juara overall.
Etape sejauh sekitar 420 kilometer ini merupakan bagian kedua dari marathon stage, yang berarti seluruh kru harus memulai hari dengan mobil yang mereka servis sendiri semalam tanpa bantuan tim eksternal. Faktor ketahanan mekanis dan kualitas pekerjaan malam menjadi variabel krusial sejak kilometer pertama, terlebih di lintasan pasir dan jalur cepat yang menuntut konsentrasi tinggi.
Mengendarai Century CR7 bermesin Audi, Serradori sempat berada di posisi kedua pada seperempat awal etape, hanya terpaut lima detik dari Mattias Ekstrom yang memimpin dengan Ford pabrikan. Namun situasi berubah drastis ketika Ekstrom terpaksa berhenti sebelum 100 km akibat masalah mekanis, membuka jalan bagi Serradori untuk mengambil alih pimpinan etape.
Sejak saat itu, pembalap Prancis tersebut tidak terkejar. Serradori secara bertahap memperlebar jarak dari para rivalnya di paruh kedua etape, bahkan sempat unggul lebih dari tujuh menit di checkpoint terakhir sebelum finis. Meski menerima penalti waktu dua menit akibat pelanggaran batas kecepatan, ia tetap menutup etape dengan margin kemenangan 6 menit 12 detik atas Al-Attiyah.
Hasil ini menandai kemenangan etape kedua bagi Serradori dan Century Racing di Dakar, setelah kemenangan sebelumnya pada edisi 2020 saat Dakar pertama kali digelar di Arab Saudi. Dengan hasil Etape 10, Dakar 2026 kini mencatat lima merek berbeda—Ford, Toyota, Dacia, Mini, dan Century—yang telah mencicipi kemenangan etape, mencerminkan ketatnya persaingan Ultimate musim ini.
Meski finis kedua dan menerima penalti 40 detik, Al-Attiyah justru keluar sebagai pemenang strategis hari itu. Pembalap Dacia Sandrider tersebut membawa mobilnya pulang dengan aman dan secara signifikan meningkatkan peluangnya untuk meraih gelar Dakar keenam sepanjang karier. Rekan setimnya, Sebastien Loeb, juga menunjukkan ketangguhan dengan finis ketiga, sembilan menit di belakang pemenang, setelah harus memperbaiki sendiri masalah power steering pada malam sebelumnya.
Hari kuat Dacia dilengkapi oleh Lucas Moraes yang finis keempat, hanya 34 detik di belakang Loeb. Di kubu Toyota, Guy Botterill menjadi pembalap terbaik mereka di etape ini dengan posisi kelima, sementara kandidat utama Henk Lategan harus puas di posisi keenam setelah kehilangan sekitar 13 menit.
Sebaliknya,
Etape 10 menjadi hari yang sulit bagi Ford. Selain Ekstrom yang terpuruk, Carlos Sainz Sr mengalami kesalahan navigasi besar dan menerima penalti 15 menit, membuatnya kehilangan total sekitar 45 menit dan finis provisional di posisi ke-19. Dengan hasil tersebut, peluang Sainz untuk bertarung memperebutkan kemenangan overall praktis sirna.
Kondisi ini dimanfaatkan Al-Attiyah untuk kembali ke puncak klasemen umum. Ia kini unggul 12 menit atas Lategan, sementara Nani Roma turun ke posisi ketiga, 12 menit 50 detik dari pemimpin reli. Loeb naik ke posisi keempat overall, sementara kemenangan Serradori mengangkatnya ke posisi kelima.

Klasemen Umum Dakar 2026 Setelah Etape 10 (Ultimate)
| Pos | Pembalap | Tim / Mobil | Waktu / Selisih |
|---|---|---|---|
| 1 | Nasser Al-Attiyah | Dacia | 41j 39m 50d |
| 2 | Henk Lategan | Toyota | +12m 00d |
| 3 | Nani Roma | Ford | +12m 50d |
| 4 | Sebastien Loeb | Dacia | +23m 04d |
| 5 | Mathieu Serradori | Century | +33m 42d |
| 6 | Mattias Ekstrom | Ford | +34m 19d |
| 7 | Carlos Sainz Sr | Toyota | +39m 09d |
| 8 | Lucas Moraes | Dacia | +59m 36d |
| 9 | Toby Price | Toyota | +1j 01m 04d |
| 10 | Saood Variawa | Toyota | +1j 09m 06d |
Dengan hanya beberapa etape tersisa, Etape 10 memperjelas satu hal: Dakar 2026 kini memasuki fase penentuan sesungguhnya. Konsistensi, ketahanan mekanis, dan kecerdasan strategi menjadi kunci, sementara kesalahan kecil dapat berakibat fatal. Dalam konteks ini, Al-Attiyah telah mengambil posisi ideal, tetapi seperti sejarah Dakar berkali-kali membuktikan, tidak ada keunggulan yang benar-benar aman hingga garis finis terakhir dilewati.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!