MotoGP, Sportrik Media - Pecco Bagnaia menyebut Grand Prix Malaysia 2025 sebagai pengalaman positif meskipun gagal finis akibat ban bocor. Pembalap Ducati Corse ini menunjukkan performa kuat di Sepang, termasuk meraih pole position dan mendominasi sprint. Berikut analisis mendalam tentang perjuangan Bagnaia dan pandangannya ke depan.
Akhir pekan di Sepang dimulai dengan tantangan bagi Bagnaia, yang kesulitan dengan stabilitas motor GP25-nya pada hari Jumat. Namun, ia bangkit di kualifikasi, meraih pole position, dan mendominasi balapan sprint. Dalam balapan utama, Bagnaia memimpin di lap awal, tetapi pilihan ban depan medium membuatnya disalip oleh Alex Marquez pada lap kedua. Sayangnya, ban bocor pada lap 12 memaksanya pensiun pada lap 18 dari total 20 lap.
Meski gagal finis, Bagnaia tetap optimistis. “Kami melakukan pekerjaan bagus, meskipun tidak bisa menyelesaikannya dengan baik,” ujarnya kepada Sky Italy. Ia merasa mampu bersaing untuk posisi kedua tanpa masalah ban, terutama karena bisa mengerem kuat untuk menahan Pedro Acosta dari KTM.
Bagnaia membela keputusan memilih ban depan medium, menegaskan bahwa ia bisa mengerem dengan baik untuk mempertahankan posisi. “Benar atau salah soal ban depan, hasilnya akan sama,” katanya. Ia fokus mengelola jarak dengan Marquez sambil menjaga kondisi ban belakang. Meskipun insiden ban bocor menggagalkan peluangnya, Bagnaia yakin performanya menunjukkan kemajuan signifikan pada motor Ducati.
Performa ini menjadi kontras dengan hasil buruk di Australia seminggu sebelumnya, di mana ia finis kedua dari belakang, tertinggal lebih dari 30 detik. Kemajuan di Sepang meningkatkan kepercayaan dirinya menjelang dua putaran terakhir musim 2025.
Meski optimistis, Bagnaia tetap berhati-hati. “Saya tidak ingin terlalu jauh berpikir ke depan. Kami akan lihat di Portimao, lintasan dengan banyak tanjakan dan turunan yang membutuhkan stabilitas,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kerja tim di Sepang telah berjalan baik, dan fokusnya adalah mempertahankan momentum ini. Dengan pengalaman sebagai juara dunia dua kali, Bagnaia berpeluang besar untuk menutup musim dengan kuat, asalkan Ducati terus menyempurnakan pengaturan motor.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!