Johann Zarco akhirnya mendapat lampu hijau untuk kembali turun balapan di MotoGP. Pembalap LCR Honda itu direncanakan comeback pada Grand Prix Aragon, 28-30 Agustus, setelah menjalani pemulihan panjang pasca kecelakaan mengerikan di Barcelona.
Insiden itu terjadi di Tikungan 1 saat restart pertama GP Catalunya, Mei lalu. Kecelakaan yang melibatkan Luca Marini dan Francesco Bagnaia itu membuat kaki kiri Zarco tersangkut di roda belakang Ducati Bagnaia. Akibatnya, ia mengalami cedera ligamen lutut yang serius dan luka bakar dalam di area yang sama.
Awalnya, tim medis memilih menunggu peradangan lututnya mereda sebelum operasi. Namun diagnosis akhir dari dokter Bertrand Sonnery-Cottet di Lyon mengarah pada perawatan konservatif tanpa operasi. Keputusan itu sempat membuat LCR memperkirakan Zarco baru bisa kembali pada September.

Namun perkembangan positif datang lebih cepat. Dalam pernyataan resmi, LCR mengungkapkan bahwa pemulihan Zarco berjalan baik dalam beberapa pekan terakhir. Ia bahkan sudah mulai menggeber Honda CBR1000RR dan supermotard sebagai bagian dari rehabilitasi, seperti yang dilaporkan Motorsport.com pada 7 Agustus lalu.
Zarco telah absen selama 96 hari sejak cedera pada 17 Mei, melewatkan enam seri: Italia, Hungaria, Ceko, Belanda, Jerman, dan Inggris. Jika FP1 Aragon dimulai pada 28 Agustus, ia akan mencatatkan lebih dari 100 hari masa pemulihan—sebuah ujian mental yang berat bagi pembalap Prancis itu.
Selama ketidakhadirannya, LCR diperkuat oleh Cal Crutchlow yang comeback mengejutkan dari pensiun. Pembalap 40 tahun itu gagal mencetak poin dalam enam seri, meski nyaris di Hungaria dan Belanda dengan finis ke-16.
Meski LCR percaya pada pemulihan Zarco, Crutchlow tetap akan terbang ke Aragon sebagai cadangan jika Zarco gagal lolos pemeriksaan medis oleh Dr Angel Charte. Ini menunjukkan kesiapan tim menghadapi segala kemungkinan, sekaligus tekanan bagi Zarco untuk membuktikan kondisinya fit.
Kembalinya Zarco tentu menjadi angin segar bagi LCR yang butuh poin. Namun yang lebih penting, ini adalah bukti ketangguhan seorang pebalap yang menolak menyerah pada takdir. Aragon akan menjadi panggung pembuktiannya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!