Drama menegangkan tersaji di Sepang ketika Mercedes mencoba melontarkan candaan sarkastik di media sosial, namun justru berujung pada penghapusan unggahan setelah dikoreksi oleh warganet. GP Bahrain di Malaysia akhir pekan lalu memang berubah menjadi medan perang yang kacau akibat badai hujan deras, penundaan start, serta kekacauan teknis yang melanda sejumlah pabrikan papan atas.
Masalah bermula ketika prosedur start mendadak diwarnai gangguan software pada power unit saat formation lap. Max Verstappen sempat mengalami kendala throttle sebelum berhasil mengatasinya berkat instruksi sigap dari pit wall, sementara Lewis Hamilton harus mematikan dan menyalakan ulang sistem mobilnya di tepi lintasan setelah mobilnya kehilangan tenaga total.
Melihat situasi pelik tersebut, admin media sosial tim Silver Arrows sempat menuliskan sindiran tajam di platform X. Mereka berkelakar bahwa prosedur start terpaksa ditutup lantaran banyak mobil bermesin Ferrari yang mogok di pinggir trek, lengkap dengan emoji tersenyum terbalik untuk mempertegas nada ironisnya.

Namun, upaya melontarkan lelucon itu langsung beralih menjadi bumerang berkat fitur community notes dari para penggemar Formula 1. Fakta di lapangan membuktikan bahwa gangguan software tersebut tidak hanya menyerang tim berlogo Kuda Jingkrak, melainkan turut melanda unit dari pabrikan lain seperti Red Bull dan McLaren akibat kecepatan formation lap yang terlalu lambat di tengah trek basah.
Sadar unggahan tersebut memuat informasi keliru, tim asal Brackley itu dengan cepat menghapus postingan kontroversial tersebut. Ironisnya, drama kubu Brackley ditutup dengan insiden kerusakan power unit yang menimpa George Russell menjelang garis finis balapan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!