Gelar juara dunia tujuh kali tidak membuat Lewis Hamilton luput dari drama awal lomba yang menegangkan. Memulai balapan dari posisi kedua di Sepang, pembalap Inggris ini sempat merosot jauh ke barisan belakang akibat kesalahan pemilihan ban dari Ferrari yang memilih kompon licin di atas trek basah.
Kondisi cuaca yang rumit membuat situasi di pit lane memanas ketika hujan turun deras menjelang start. Keputusan tim untuk mengambil risiko dengan ban soft berbalik menjadi bencana ketika rival-rival terdekatnya turun dengan ban intermediate. Hamilton langsung tertinggal lebih dari satu menit dari pimpinan lomba dan sempat pasrah dengan nasib balapannya.
"Begitu ban lepas dan melihat semburan air dari mobil Max Verstappen, saya tahu balapan ini dalam masalah besar," ujar Hamilton mengenang momen pelik tersebut. Meski tertinggal jauh, ia menolak menyerah dan memilih bertahan dengan strategi awal sambil menunggu lintasan mengering sepenuhnya.

Perlahan tapi pasti, ritme balapannya mulai hidup kembali seiring trek yang mulai mendapat traksi optimal. Puncak perjuangannya terjadi ketika ia berhasil menyalip pembalap Red Bull, Isack Hadjar, untuk merebut posisi ketiga saat balapan menyisakan tiga putaran terakhir.
Menanggapi evaluasi internal tim ke depan, Hamilton melontarkan candaan khas paddock terkait perjudian strategi yang hampir merusak peluang podiumnya. Sambil tersenyum, ia menyatakan tidak akan mengajak para ahli strategi timnya pergi ke kasino dalam waktu dekat demi menghindari risiko keputusan keliru serupa.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!