Yuki Tsunoda kembali menghadapi kekecewaan di sesi kualifikasi Grand Prix Hungaria. Menurut analisis mendalam SPORTRIK, pembalap Red Bull ini tersingkir di Q1, hanya finis di posisi ke-16. Hasil ini kontras dengan performa gemilangnya di Belgia seminggu lalu, di mana ia mencatat posisi ketujuh, terbaiknya bersama Red Bull. Artikel ini mengulas kemunduran Tsunoda, performa tim, dan prospek ke depan di Hungaroring.
Setelah menunjukkan kemajuan di Belgia, Tsunoda kembali terpuruk di Hungaroring. Ia finis di urutan ke-16 di Q1, hanya terpaut 0,024 detik dari zona aman untuk lolos ke Q2. Meskipun demikian, hasil ini menandai eliminasi keempat Tsunoda di Q1 dalam delapan balapan terakhir. Sementara itu, rekan setimnya, Max Verstappen, berhasil lolos ke Q2 dengan finis di posisi ke-11, meski hanya unggul 0,163 detik dari Tsunoda. Dengan demikian, Tsunoda menunjukkan daya saing, namun kegagalan kecil ini memperpanjang tren buruknya.

Selain Tsunoda, pembalap lain yang tersingkir di Q1 termasuk Pierre Gasly, Esteban Ocon, Nico Hulkenberg, dan Alex Albon. Oleh karena itu, sesi kualifikasi ini menyoroti tantangan besar bagi beberapa pembalap papan tengah.
Analisis SPORTRIK menunjukkan bahwa Red Bull menghadapi masalah teknis di Hungaroring, sebagaimana dilaporkan sebelumnya. Mobil RB21 kesulitan menemukan cengkeraman, yang berdampak pada performa Tsunoda dan Verstappen. Meskipun Tsunoda sempat menunjukkan kemajuan dibandingkan Verstappen selama latihan, keunggulan ini tidak terbawa ke kualifikasi. Oleh sebab itu, tim harus segera mengatasi masalah ini untuk memastikan performa kompetitif di balapan. Selain itu, sirkuit Hungaroring yang menuntut cengkeraman tinggi memperburuk situasi bagi Red Bull.
Meski gagal di kualifikasi, Tsunoda masih memiliki peluang untuk meraih poin di balapan utama. Hungaroring, dengan karakteristik lintasan yang sempit dan sulit untuk menyalip, menuntut strategi balap yang cerdas. Dengan demikian, Tsunoda perlu memanfaatkan start yang baik dan manajemen ban yang optimal. Namun, tekanan semakin meningkat setelah hasil buruk berulang di Q1. Oleh karena itu, performa balapan akan menjadi kunci untuk membuktikan konsistensinya sebagai pembalap Red Bull.
SPORTRIK menyimpulkan bahwa kegagalan Yuki Tsunoda di kualifikasi Grand Prix Hungaria mencerminkan tantangan teknis dan konsistensi yang dihadapi Red Bull. Meskipun hanya terpaut sedikit dari Q2, eliminasi ini menambah daftar hasil buruk Tsunoda. Dengan demikian, fokus kini beralih ke balapan, di mana ia harus
memanfaatkan setiap peluang. Untuk pembaruan terbaru tentang Formula 1, kunjungi SPORTRIK.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
George Russell
Mercedes
|
51 |
|
2
|
|
Andrea Kimi Antonelli
Mercedes
|
47 |
|
3
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
34 |
|
4
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
33 |
|
5
|
|
Oliver Bearman
Haas F1 Team
|
17 |
|
6
|
|
Lando Norris
McLaren
|
15 |
|
7
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
9 |
|
8
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
8 |
|
9
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
8 |
|
10
|
|
Arvid Lindblad
Racing Bulls
|
4 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
98 |
|
2
|
|
Ferrari
|
67 |
|
3
|
|
McLaren
|
18 |
|
4
|
|
Haas F1 Team
|
17 |
|
5
|
|
Racing Bulls
|
12 |
|
6
|
|
Red Bull
|
12 |
|
7
|
|
Alpine F1 Team
|
10 |
|
8
|
|
Audi
|
2 |
|
9
|
|
Williams
|
2 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
0 |
Baca Juga
Ancaman hujan di GP Jepang 2026 berkurang, menghindarkan pembalap F1 dari debut mobil baru 2026 di kondisi basah di Suzuka.
Toto Wolff ungkap Mercedes nyaris alami bencana di awal dominan F1 2026 meski raih hasil sempurna bersama Russell dan Antonelli.
Kimi Antonelli diragukan mampu lawan George Russell dalam perebutan gelar F1 2026 bersama Mercedes menurut analisis James Hinchcliffe.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!