SPONSORED

Yuki Tsunoda Mengaku 'Mati' Kangen F1 Usai Dipanggil ke Zandvoort

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Yuki Tsunoda Mengaku 'Mati' Kangen F1 Usai Dipanggil ke Zandvoort TO NEWS OVERVIEW
Yuki Tsunoda will make his first F1 appearance since his mid-season stint with Red Bull in 2025

Yuki Tsunoda tampak sumringah saat bersiap kembali ke Formula 1 bersama Racing Bulls di Zandvoort, menggantikan Isack Hadjar yang cedera. Bagi pembalap asal Jepang ini, panggilan darurat tersebut adalah momen yang sudah lama ia nantikan setelah kehilangan kursi balapnya di akhir musim 2025.

Karier Tsunoda bersama Red Bull dimulai sejak ia masih di F2 dan F3, ketika bergabung dengan tim junior mereka. Ia kemudian mendapat kursi penuh pada 2021 bersama AlphaTauri, yang kini berubah menjadi Racing Bulls. Selama empat musim, ia berpasangan dengan Pierre Gasly, Daniel Ricciardo, dan Nyck de Vries sebelum akhirnya mendapat promosi ke Red Bull Racing pada awal 2025, menggantikan Liam Lawson yang kesulitan di beberapa balapan pertama.

Namun, Tsunoda tak bisa mempertahankan kursi tersebut. Di akhir tahun, ia kehilangan tempat di Red Bull yang diberikan kepada Hadjar, dan di Racing Bulls yang diisi oleh Arvid Lindblad. Ia pun terlempar dari grid dan hanya menjadi pembalap cadangan untuk tim Milton Keynes. Ketika rumor karier IndyCar mulai berhembus, panggilan mendadak datang setelah Isack Hadjar mengalami patah tangan saat berlatih tinju di jeda musim panas.

Lawson Ungkap Momen Red Bull Hubungi Dia untuk Gantikan Hadjar
Baca JugaLawson Ungkap Momen Red Bull Hubungi Dia untuk Gantikan Hadjar

"Itu hal yang sangat tidak terduga," ujar Tsunoda kepada media, termasuk Motorsport Week. "Saya sebenarnya cukup tenang dan menantikan balapan besok." Meski begitu, kegembiraannya tak bisa disembunyikan. "Saya tidak bisa sedih. Ini adalah momen yang saya tunggu-tunggu. Saya mati-matian ingin momen seperti ini," tambahnya sambil tersenyum lebar.

ADVERTISEMENT

Kesempatan seperti ini memang langka, tetapi bukan mustahil. Liam Lawson, yang naik ke Red Bull akhir pekan ini, pernah dua kali diuntungkan oleh cedera tangan pembalap lain sebelum Zandvoort. Kita juga pernah melihat Ollie Bearman mendapat kesempatan debut F1 saat menggantikan Carlos Sainz di Ferrari pada 2024. Tsunoda sendiri sadar bahwa peluang ini sangat bergantung pada situasi internal tim dan kondisi pembalap yang ada.

Menonton dari pinggir sirkuit selama lima tahun terasa berat bagi Tsunoda. "Saya super... Saya tidak tahu apakah itu frustasi atau stres," akunya. "Tetapi menonton layar setiap balapan, saya merasa ingin sekali kembali dan mengemudi. Saya hampir setiap hari berlatih, karena saya punya banyak waktu luang." Meskipun kaget dengan panggilan ini, Tsunoda mengaku kondisi fisiknya siap. "Saya sudah melakukan empat TPC, termasuk lima kali simulasi jarak balapan. Itu cukup tajam. Yang saya butuhkan hanya membiasakan diri dengan mobil ini," pungkasnya.

Kembalinya Tsunoda ke grid F1 tentu menjadi sorotan. Selain menjadi pembalap pengganti, ia juga akan menunjukkan bahwa dirinya masih layak bersaing di level tertinggi. Akankah ia mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk mengamankan masa depannya di F1? Kita tunggu aksinya di Zandvoort.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU