Yohan Rossel menutup musim kompetisi terbarunya dengan finis di posisi ketiga klasemen akhir WRC2, sebuah pencapaian solid setelah melakukan transisi besar dari Citroen ke Lancia pada awal tahun. Perjalanan musim ini diwarnai dengan kemenangan impresif di Kroasia dan Kepulauan Canary, meski performa mobil sempat mengalami sedikit penurunan ketika kalender kejuaraan beralih ke permukaan gravel yang menuntut adaptasi teknis lebih dalam.
Mengulas tantangan yang dihadapi tim sepanjang musim, pembalap asal Prancis tersebut mengakui bahwa tidak mudah membawa mobil yang sepenuhnya baru untuk langsung bersaing melawan pabrikan rival yang telah memiliki keunggulan pengalaman pengembangan selama tiga tahun. "Saya pikir sangat mudah untuk meremehkan betapa menantangnya membawa mobil yang sepenuhnya baru langsung ke WRC dan bersaing melawan rival yang memiliki setidaknya tiga tahun pengalaman dengan mobil mereka. Butuh sedikit waktu bagi kami untuk memahami mobil di atas kerikil," ungkap Rossel dalam wawancaranya dengan Rallye-Sport.
Meskipun gagal mengamankan gelar juara dunia kategori WRC2, ia tetap merasa puas dengan hasil akhir yang diraih bersama timnya di kejuaraan reli dunia. "Pada akhirnya, kami meraih tiga kemenangan dan juga memenangi kejuaraan tim, yang sangat penting bagi Lancia," tambahnya. Ia juga menambahkan bahwa satu-satunya penyesalan terbesar musim ini terjadi di Portugal, di mana ia terlalu memaksakan diri saat mencoba mengejar Teemu Suninen alih-alih mengamankan posisi kedua yang sebenarnya berada dalam jangkauan.

Menatap musim depan, fokus utama sang pembalap adalah mendapatkan kesempatan bertarung di barisan terdepan klasemen keseluruhan WRC. Ia menilai perubahan regulasi yang akan datang membuka peluang emas tersebut, terutama jika pabrikan asal Italia itu memutuskan untuk mengembangkan paket kit khusus. "Situasi saat ini masih sedikit tidak jelas karena kami belum tahu pasti apakah pabrikan lain berniat mengembangkan paket kit WRC untuk mobil WRC2 mereka. Saya masih sangat berharap Lancia akan melakukannya," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen jangka panjangnya bersama grup induk perusahaan untuk mewujudkan ambisi meraih kemenangan di berbagai jenis permukaan trek reli. "Saya selalu mengatakan bahwa saya ingin menuntaskan segalanya bersama Stellantis. Saya telah mendorong Lancia sekuat tenaga untuk terlibat karena saya pikir ada peluang besar untuk berjuang meraih kemenangan," pungkasnya, sekaligus memberikan catatan bahwa tidak ada tim yang akan memiliki persiapan sebaik Toyota dalam menghadapi regulasi baru mendatang.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!