Kimi Antonelli mungkin baru saja meraih kemenangan Formula 1 yang paling berkesan dalam kariernya, tetapi bos Mercedes, Toto Wolff, mengaku sudah menciumnya sejak Sabtu. Meski hasil ini baru satu dari sekian banyak balapan yang akan dimenangi Antonelli, Wolff yakin Monza 2026 akan selalu punya tempat spesial di hati sang pembalap muda.
Tanggal 6 September kembali menjadi saksi keajaiban di Autodromo Nazionale Monza, seperti enam tahun lalu ketika Pierre Gasly menang untuk AlphaTauri. Namun, tahun ini pahlawannya adalah putra lokal, Kimi Antonelli, yang membuat para tifosi histeris setelah sempat menangis menyaksikan kecelakaan hebat Charles Leclerc di Parabolica.
Antonelli memulai balapan dari posisi 19 setelah mendapat penalti akibat penggantian power unit. Keputusan itu sebenarnya diambil untuk mengurangi tekanan, tetapi sang juara bertahan justru tampil luar biasa. Saat bendera merah berkibar, ia sudah naik ke posisi 12, dan setelah restart, ia melesat seperti pisau panas menembus mentega hingga finis terdepan.

Wolff, yang biasanya sulit menunjukkan emosi, mengaku sudah merasakan firasat kuat sejak kualifikasi. “Saya pikir salah satu dari dua pembalap kami akan menang. George karena pole, atau Kimi karena dia akan berjalan di atas air di Monza. Dan saya merasakannya kemarin juga,” ujarnya. Ia bahkan sempat berbincang dengan ayah Antonelli yang juga punya firasat sama.
Bagi Wolff, momen seperti ini adalah campuran antara intuisi dan pengamatan. “Sudah lama saya melihat energi, sikap, dan pola perilaku pembalap. Saya tahu itu misinya hari ini,” jelasnya. Meski balap adalah olahraga mekanis yang bisa berubah cepat, Wolff percaya ada momen-momen spesial yang bisa dirasakan sebelum terjadi.
Kemenangan ini juga mencatatkan sejarah: hanya satu pembalap lain yang pernah menang dari posisi start lebih belakang, yaitu John Watson di Long Beach 1983. Wolff pun tertawa saat ditanya apakah kemenangan ini masuk daftar teratasnya. “Kedengarannya tidak romantis, tapi saya sering melupakan kemenangan. Yang saya ingat hanya beberapa, seperti pertama kali menang dengan Pastor Maldonado di Barcelona, atau Nico Rosberg di Monako,” katanya.
Namun, untuk Antonelli, kemenangan di depan publik sendiri jelas berbeda. Ini bukan sekadar angka di klasemen, melainkan bukti bahwa ia punya mental juara sejati. Dan Wolff, yang sudah lama mengenalnya, tidak pernah meragukan itu.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!