Dua dekade telah berlalu sejak Peter Brock meninggal dunia dalam kecelakaan reli aspal pada 8 September 2006 di usia 61 tahun. Namun, namanya tetap abadi di garasi-garasi Supercars, bahkan di antara generasi pembalap yang belum lahir saat Peter Brock masih mengaspal.
Tidak ada satu pun pembalap penuh waktu Supercars saat ini yang pernah bertarung langsung melawan Brock, meski comeback keduanya di Bathurst 1000 terjadi pada 2004. Lebih dari separuh dari 24 pembalap di grid lahir setelah Brock pensiun dari balapan penuh waktu di akhir 1997. Bahkan pembalap termuda, Rylan Gray, lahir setelah kematian Brock.
Meski demikian, dalam promosi Supercars menjelang balapan besar tahun ini, para pembalap menunjukkan bahwa legenda itu tetap hidup. Matt Payne, yang memenangkan Bathurst pertamanya tahun lalu di usia 23, mengenang Brock sebagai sosok yang seperti dewa. "Karena kesuksesan yang dia raih, legenda yang dia miliki, tipe orangnya juga... Siapa pun di Australia atau Selandia Baru, jika Anda tanya siapa Peter Brock, mereka akan langsung tahu," ujarnya.

Di ajang Enduro Cup, koneksi dengan Brock lebih dekat, terutama melalui Craig Lowndes, yang merupakan protege Brock saat menjadi rekan setim di Holden Racing Team pada pertengahan 1990-an. Tiga pembalap veteran yang menjadi co-driver saat ini, Will Davison, Fabian Coulthard, dan Mark Winterbottom, memulai karier mereka pada 2004 saat Brock melakukan upaya terakhirnya di Bathurst.
Will Davison, yang saat itu debutan, mengenang pengalaman surreal saat mobilnya diparkir bersebelahan dengan mobil #05 di grid. "Brock adalah motorsport. Brock adalah Bathurst. Saya tertarik pada #05. Tidak peduli merek apa yang dia kendarai," kata Davison. "Dulu tidak ada data, tidak ada teknologi onboard untuk dipelajari, mereka freestyler dan Anda bisa lihat cara dia membalap. Dia hanya mengendarai mobil itu."
Api Brock terus menyala di lingkaran Supercars melalui Piala Peter Brock yang dibuat untuk Bathurst 1000 setelah kematiannya pada 2006. Piala itu pertama kali diraih oleh Lowndes dan Jamie Whincup pada tahun yang sama, menjadi pengingat rekor tak terkalahkan Brock dengan sembilan kemenangan di balapan besar.
"Piala Peter Brock bagi kami adalah yang terbesar di olahraga kami, piala yang semua orang ingin menangkan," kata Broc Feeney. "Kami sangat beruntung memiliki ikon seperti itu yang masih bertahan 20 tahun setelah kepergiannya."
Pada Bathurst 1000 tahun ini, Brock akan dirayakan dengan pameran mobil balap lamanya, cuplikan bersejarah, memorabilia, dan lainnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!