Victor Martins, mantan juara Formula 3 dan rival Oscar Piastri di junior, belum berhasil menembus Formula 1. Namun, pembalap Alpine Hypercar yang juga dikaitkan dengan kursi Formula E Nissan itu kini menjabat sebagai test and development driver Williams. Di Grand Prix Belgia, ia berbicara kepada Autosport tentang perannya.
Peran di Williams: Lebih dari Sekadar Simulator
Martins menegaskan bahwa dampaknya terhadap mobil FW48 tidak langsung, tetapi signifikan dalam pengembangan. "Saya tidak akan berdampak langsung seperti mengganti suspensi, karena saya belum menguji mobil secara nyata. Tapi saya mempercepat pengembangan, menggunakan pengalaman dan feedback untuk memberi informasi terbaik," ujarnya. Ia bekerja erat dengan Carlos Sainz dan Alex Albon untuk memahami area yang perlu ditingkatkan, mempersiapkan kedatangan mereka di akhir pekan balapan, dan fokus pada manajemen energi.
Tantangan Simulator dan Pengembangan Diri
Menjadi simulator driver tanpa pernah mengendarai mobil F1 terbaru memang menantang. "Kami tahu betapa sulitnya mendapatkan mileage nyata; tidak banyak kesempatan FP1. Tapi saya punya cukup pengalaman untuk mereproduksi perilaku mobil di simulator, merasakannya, dan mengerti arah pengembangan," jelas Martins. Ia mengakui bahwa kesempatan mengemudi mobil sungguhan akan sangat berharga, dan ia terus mendorong untuk mendapatkannya.

Dua Simulator untuk Dua Tujuan Berbeda
Martins juga mengembangkan simulator khusus untuk akademi pembalap muda Williams. "Simulator untuk pengembangan FW48 meniru pergerakan mobil, masalah, kekuatan, dan kelemahannya. Untuk simulator junior, kami mencoba mendekati perilaku mobil di trek, menggunakan model dari seri junior seperti F3 dan F2," katanya. Kedua simulator dapat dijalankan bersamaan di pabrik Grove, tetapi dengan target yang sangat berbeda: satu untuk F1, satu lagi untuk pembinaan muda.
Fokus pada FW48 dan Masa Depan
Meski banyak sumber daya dialihkan ke FW49 untuk tahun depan, Martins lebih fokus pada pengembangan FW48 saat ini. "Saya lebih dedicated untuk development FW48, seperti persiapan akhir pekan dan manajemen energi. Tapi sesekali saya menguji hal-hal untuk tahun-tahun mendatang," ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan banyak insinyur di tim.
Menyoal masa depan, Martins tidak menutup kemungkinan untuk F1, tetapi juga membuka peluang di WEC dan Formula E. "F1 tetap mimpi, itu sebabnya saya menjaga satu kaki di Williams. Peran ini memberi banyak pelajaran, terutama sisi elektrikal yang berguna jika saya pindah ke FE. Sistem Hypercar juga dekat dengan F1, jadi saling melengkapi," tutupnya. Dilansir dari Autosport, Martins hadir di Spa sebagai reserve driver Williams.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!