Isack Hadjar akhirnya menyelesaikan masa pemulihan cederanya dan siap kembali ke kokpit Red Bull untuk Grand Prix Azerbaijan di Baku akhir pekan ini. Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh media Prancis L'Equipe, yang mengonfirmasi bahwa pembalap muda Prancis-Aljazair itu telah melewati seluruh proses rehabilitasi setelah mengalami patah pergelangan tangan selama jeda musim panas Formula 1.
Cedera tersebut memaksa Hadjar absen dalam tiga balapan: Zandvoort, Monza, dan Madrid. Selama periode itu, ia harus menyaksikan rekan setimnya, Max Verstappen, berjuang sendirian di lintasan. Kini, dengan kondisi fisik yang sudah pulih sepenuhnya, Hadjar siap menggeber RB22 dan melanjutkan musim debutnya yang impresif.
Kembalinya Hadjar ke kursi Red Bull berarti Liam Lawson harus kembali ke Racing Bulls, tim yang ia bela sebelum menjadi pengganti sementara. Lawson sendiri tampil cukup solid dalam tiga balapan bersama Red Bull, dengan dua kali finis di zona poin: posisi keenam di Madrid dan ketujuh di Zandvoort. Ia juga selalu lolos ke Q3 dan start dari posisi kedelapan di kedua balapan tersebut. Sementara itu, Yuki Tsunoda harus kembali menjalani perannya sebagai pembalap ketiga, menunggu kesempatan jika diperlukan.

Bagi Hadjar, musim 2026 sejauh ini berjalan manis. Meski absen tiga balapan, ia masih mengoleksi 71 poin dan duduk di peringkat kedelapan klasemen sementara pembalap. Pencapaian terbaiknya adalah podium ketiga di Monte Carlo, meski hasil itu sempat menuai kontroversi terkait insiden dengan Pierre Gasly yang menjadi bahan perdebatan selama beberapa bulan. Kualitasnya di kualifikasi juga tak perlu diragukan: posisi ketiga di Melbourne, serta dua posisi kelima di Monte Carlo dan Silverstone.
Kembalinya Hadjar tentu menjadi suntikan moral bagi Red Bull yang tengah bersaing ketat di papan atas. Kecepatan dan konsistensinya di paruh awal musim membuat tim yakin bahwa ia bisa langsung kompetitif di Baku, sirkuit jalanan yang menuntut presisi tinggi. Namun, bukan hal mudah untuk kembali setelah absen tiga balapan; ritme balapan dan adaptasi dengan kondisi lintasan akan menjadi tantangan tersendiri.
Di sisi lain, Lawson kembali ke Racing Bulls dengan modal kepercayaan diri setelah menunjukkan performa menjanjikan di Red Bull. Ia akan berusaha membantu tim satelit itu mengamankan posisi di klasemen konstruktor. Sementara Tsunoda, yang sempat mengisi kursi Racing Bulls di awal musim, harus bersabar dan terus bekerja keras untuk membuktikan bahwa ia layak mendapatkan kesempatan lagi.
Grand Prix Azerbaijan di Baku akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Hadjar. Sirkuit jalanan sepanjang 6 km ini terkenal sulit, dengan kombinasi tikungan cepat dan tembok yang tak memberi ampun. Jika Hadjar mampu tampil apik, bukan tidak mungkin ia kembali ke jalur podium dan memperkuat posisinya di delapan besar klasemen. Yang jelas, paddock akan menantikan aksinya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!