Max Verstappen kembali naik podium di Grand Prix Italia, namun di balik hasil manis itu tersimpan kegelisahan yang sama seperti sepanjang musim 2026. Start dari posisi kelima, pembalap Red Bull itu harus puas finis ketiga di belakang dua Mercedes, dan ia blak-blakan soal satu kelemahan yang terus menghantuinya di sirkuit cepat Monza: top speed dan sistem deployment.
Verstappen sempat memimpin balapan di awal setelah melewati Lewis Hamilton, Charles Leclerc, dan Pierre Gasly. Namun George Russell segera melewatinya lagi, dan momen itu jadi awal dari drama yang lebih besar. Duo Mercedes, termasuk pemenang balapan Kimi Antonelli yang start dari posisi terakhir, tampak seperti melaju di kelas berbeda begitu mereka menempel ketat di belakang mobil RB22.
“Ada beberapa pertarungan bagus di luar sana,” kata Verstappen seusai balapan. “Saya harus berani menyerang dari sisi luar berkali-kali karena kami kesulitan dengan deployment dari tikungan dua sampai empat dibandingkan lawan-lawan kami. Secara umum top speed tidak berpihak pada kami hari ini. Saya mencoba bertahan, tapi mereka terlalu cepat.”

Momen krusial terjadi saat Lance Stroll mundur di tengah balapan dan memicu virtual safety car. Verstappen memanfaatkannya untuk masuk pit dan mengganti ban ke kompon keras. Strategi itu membawanya naik ke posisi ketiga, tapi ia tak mampu mengejar ketertinggalan seperti yang dilakukan Antonelli setelah pit stop yang sama. Perbedaan itu, menurutnya, murni soal kecepatan mobil.
“Saya mencoba berada di mode overtake, tapi pada satu titik saya kehilangan itu dan hanya berusaha menjalani balapan saya sendiri. Senang bisa finis P3 dan berada di podium di sini,” tambahnya.
Verstappen finis lebih dari 10 detik di belakang Russell di posisi kedua, namun masih unggul 5 detik dari Lando Norris di posisi keempat yang keluar sebagai pemenang dalam duel sengit dengan rekan setimnya di McLaren, Oscar Piastri. Meski bukan kemenangan, hasil ini menandai jarak terdekat yang pernah diraih Verstappen terhadap Mercedes pada musim 2026 — secercah harapan sekaligus pengingat bahwa Red Bull masih punya pekerjaan rumah besar.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!