Liam Lawson mengakhiri Grand Prix Italia di Monza dengan rasa frustrasi yang mendalam. Start dari pit lane setelah pergantian sayap belakang, pembalap Red Bull itu sebenarnya menunjukkan performa menjanjikan sebelum insiden dengan Nico Hulkenberg menghancurkan balapannya.
Insiden terjadi setelah restart balapan, di mana Liam Lawson bersenggolan dengan Nico Hulkenberg di Tikukan 1. Benturan itu merusak sayap depan mobilnya, memaksanya masuk pit untuk mengganti part dan kehilangan sekitar 30 detik. Alhasil, ia harus puas finis di posisi ke-14, jauh dari potensi sebenarnya.
"Ya, saya punya lap pertama yang bagus dari pit lane dan berhasil naik beberapa posisi. Lalu saat restart, saya kehilangan sebagian sayap depan karena Nico. Jadi ya, saya harus masuk pit untuk mengganti dan kehilangan sekitar 30 detik. Sayang sekali, kami punya kecepatan sangat baik di balapan, tapi dengan strategi yang ada, jelas tidak ada yang bisa dilakukan," ungkap Lawson kepada media, termasuk RacingNews365.

Insiden kedua terjadi di Tikukan 4, saat Lawson kembali bersenggolan dengan Hulkenberg. Lawson mengaku tidak melihat Hulkenberg karena kaca spionnya hilang, dan ia mungkin tanpa sengaja menekan pembalap Audi tersebut keluar trek. "Saya berada di sampingnya, dan dia terus mendekat saat memasuki Tikukan 1. Saya tidak bermaksud..." Lawson semula bingung saat ditanya soal kejadian di Tikukan 4. "Mungkin persis seperti yang dia lakukan ke saya. Saya mungkin melakukan hal yang sama ke dia. Saya kehilangan kaca spion, jadi saya tidak bisa melihat sisi kanan mobil. Tapi jika saya menekannya, mungkin iya, saya tidak sengaja. Tapi mungkin dia juga tidak sengaja melakukannya ke saya. Tapi itu merusak sayap depan saya, dan itu bukan yang kita inginkan," jelasnya.
Insiden ini menjadi pukulan telak bagi Lawson yang tengah berjuang mengamankan kursinya di Red Bull. Performa solid di awal balapan sempat memberi harapan, namun nasib berkata lain. Hasil ini juga memperpanjang rentetan hasil buruk Lawson di musim 2025, yang membuatnya semakin tertekan di tengah spekulasi masa depannya.
Dengan kegagalan ini, Red Bull kehilangan poin berharga dalam persaingan ketat konstruktor. Sementara Lawson harus segera melupakan mimpi buruk Monza dan fokus ke balapan berikutnya, di mana ia diharapkan bisa bangkit dan membuktikan bahwa ia layak bertahan di tim papan atas.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!