Max Verstappen akan menghadapi jalur kualifikasi paling kompleks pada Nürburgring 24 Hours 2026 setelah gagal memperoleh exemption menuju sesi akhir Top Qualifying. Pembalap Formula 1 milik Red Bull Racing itu bersama tim Winward Racing kini harus memulai seluruh proses kualifikasi dari tahap awal di Nürburgring Nordschleife.
Kegagalan mendapatkan jalur otomatis menuju Top Qualifying 3 dipengaruhi dua faktor utama. Tim Verstappen mengalami diskualifikasi pada seri NLS2, sementara masalah teknis pada sesi kualifikasi kedua bulan lalu membuat mereka kehilangan peluang mengamankan exemption seperti beberapa rival utama lainnya.
Meski demikian, peluang Verstappen meraih pole position tetap terbuka. Hanya saja, pembalap Belanda tersebut harus melewati struktur kualifikasi yang jauh lebih rumit dibanding format Formula 1. Nürburgring 24 Hours menggunakan enam sesi berbeda dengan sistem eliminasi bertahap khusus untuk kategori elite seperti SP9.

Salah satu nama yang sudah memastikan tempat langsung di sesi akhir adalah proteksi Verstappen sendiri, Thierry Vermeulen. Ia berhasil meraih pole position pada sesi kualifikasi kedua bulan lalu dan otomatis mengamankan tiket menuju Top Qualifying 3.
Dalam struktur Nürburgring 24 Hours, kategori SP9, SP-PRO, SP-X, dan AT1 baru mulai menjalani pertarungan kualifikasi sesungguhnya pada Jumat. Sementara tiga sesi awal yakni Q1, Q2, dan Q3 lebih difungsikan sebagai sesi latihan dan validasi mobil. Meski waktu lap tetap dicatat, hasil sesi tersebut tidak menentukan posisi start utama bagi tim elite.
Namun terdapat satu aturan penting yang wajib dipenuhi seluruh pembalap, termasuk Verstappen. Setiap pembalap harus turun minimal satu lap pada sesi malam Q2 dalam kondisi gelap di kawasan Eifel. Kegagalan mengikuti sesi tersebut otomatis membuat pembalap tidak diizinkan start pada balapan utama.
| Sesi | Jumlah Tim | Fungsi |
|---|---|---|
| Q1 | 161 | Sesi latihan awal untuk tim Top Qualifying |
| Q2 | 161 | Sesi malam wajib untuk seluruh pembalap |
| Q3 | 161 | Penentuan posisi start P50–P161 |
| TQ1 | 44 | 20 tercepat lolos ke TQ2 |
| TQ2 | 20 | 7 tercepat lolos ke TQ3 |
| TQ3 | 12 | Perebutan pole position utama |
Sesi Top Qualifying sendiri menggunakan format eliminasi yang mirip Formula 1. Pada TQ1, sebanyak 44 tim akan bertarung memperebutkan 20 posisi menuju TQ2. Setelah itu hanya tujuh tim tercepat yang berhak melaju ke TQ3 untuk memperebutkan pole position dan Glickenhaus Trophy.
Bagi Verstappen, tantangan terbesar bukan hanya kecepatan satu lap, tetapi juga manajemen lalu lintas di Nordschleife yang memiliki panjang lebih dari 25 kilometer dengan kombinasi berbagai kelas mobil. Berbeda dengan Formula 1 yang menggunakan grid homogen, Nürburgring 24 Hours memaksa pembalap GT3 menghadapi perbedaan performa besar antar kelas sepanjang sesi.
Partisipasi Verstappen di Nürburgring juga menjadi bagian penting dari peningkatan fokusnya terhadap balap endurance. Dalam beberapa bulan terakhir ia semakin aktif membangun proyek GT dan mulai dikaitkan dengan peluang tampil di 24 Hours of Le Mans pada masa depan. Nürburgring kini menjadi salah satu ujian terbesar dalam adaptasinya menuju dunia endurance racing level tertinggi.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!