Prinsipal Mercedes, Toto Wolff, secara terbuka melontarkan penolakan keras terhadap usulan perombakan regulasi finansial Formula 1 yang didorong oleh pimpinan tim Williams, James Vowles. Usulan kontroversial tersebut bertujuan untuk menerapkan batasan belanja berbasis posisi kejuaraan demi membantu tim-tim papan bawah mengejar ketertinggalan infrastruktur pabrik mereka.
Dalam sesi konferensi pers resmi FIA akhir pekan lalu di Grand Prix Singapura, Wolff, bersama dengan para petinggi tim papan atas lainnya, langsung menepis gagasan tersebut. Ia bahkan menyamakan konsep penyesuaian berbasis posisi tersebut dengan metode Balance of Performance (BoP) yang biasa digunakan dalam ajang balap ketahanan, sebuah sistem yang sangat ia hindari di kasta premier motorsport.
'Secara pribadi, saya tidak menyukai konsep penyesuaian berdasarkan beberapa posisi tertentu. BoP bagi saya seperti kabut merah,' ujar Wolff tegas, menyoroti bagaimana aturan buatan semacam itu dapat mencederai esensi kompetisi murni di ajang Formula 1.

Meskipun menolak keras sistem skala lunak untuk belanja modal atau CapEx, Wolff tidak menampik bahwa aturan pembatasan biaya saat ini sedang menciptakan krisis besar di sektor lain, yakni sumber daya manusia. Menurutnya, batasan anggaran yang terlalu ketat telah menekan tingkat gaji para insinyur papan atas, membuat mereka memilih hengkang dari dunia balap menuju industri keuangan seperti hedge fund dan perbankan investasi.
'Sekarang Anda bisa memasukkan seseorang ke dalam tim Formula 1 berdasarkan antusiasme, tetapi pada tahap tertentu, setelah lima, enam, atau tujuh tahun dan Anda memiliki gelar PhD, gaji Anda masih tertekan dibandingkan perusahaan teknologi atau hedge fund atau investment banking, itu menjadi masalah,' pungkas Wolff memperingatkan ancaman nyata hilangnya talenta terbaik.




Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!